This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Mout Giri Van Endrik, Andra Fajar Nugraha SY, Dwi Anastasya Br.Ginting, Saptika Sitompul, Fitria Noprianti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI E-GOVERNANCE DALAM KOLABORASI PEMERINTAHAN DESA: PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR DESA PEMATANG GAJAH Mout Giri Van Endrik, Andra Fajar Nugraha SY, Dwi Anastasya Br.Ginting, Saptika Sitompul, Fitria Nop
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dariĀ  penelitian ini untuk mengetahui implementasi E-Governance dalam kolaborasi pemerintahan desa terhadap perkembangan infrastruktur di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi infrastruktur desa yang masih belum optimal, seperti jalan rusak, drainase yang kurang baik, serta minimnya penerangan jalan. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana penerapan Sistem Informasi Desa (SID) dalam mendukung pelayanan publik dan penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Narasumber penelitian terdiri dari Kepala Desa Pematang Gajah, Ketua RT 06, perangkat desa, dan masyarakat Desa Pematang Gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur di Desa Pematang Gajah masih memerlukan perhatian, terutama pada perbaikan jalan, drainase, dan penerangan jalan. Implementasi E-Governance melalui Sistem Informasi Desa telah membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan administrasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan jaringan internet dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi informasi. Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sudah berjalan cukup baik melalui musyawarah desa dan kegiatan gotong royong. Meskipun demikian, keterbatasan anggaran dan pembangunan yang dilakukan secara bertahap menjadi kendala dalam pemerataan pembangunan infrastruktur desa.