Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN: FOKUS PADA METODE DU PONT PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. Sulistia Ramandani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah laporan finansial PT Indofood Sukses Makmur Tbk selama kurun waktu 2021–2025 dengan memanfaatkan pendekatan Du Pont System. Penerapan model tersebut dimaksudkan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan secara lebih mendalam melalui identifikasi berbagai unsur pembentuk tingkat keuntungan, yaitu Net Profit Margin (NPM), Total Asset Turnover (TATO), dan Return on Investment (ROI). Berdasarkan hasil pengkajian, diketahui nilai NPM memperlihatkan pergerakan yang berubah-ubah sepanjang masa observasi, dengan kecenderungan menurun pada rentang 2022–2023 sebelum akhirnya menunjukkan pemulihan dan peningkatan kembali pada periode 2024–2025. Sementara itu, TATO menunjukkan pola yang relatif konsisten tanpa perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, ROI mencatat capaian paling tinggi pada tahun 2025, yakni sebesar 7,20%, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan lebih banyak ditopang oleh membaiknya marjin laba bersih daripada oleh optimalisasi pemanfaatan aset. Temuan tersebut memperlihatkan Du Pont System memiliki kemampuan yang baik dalam memberikan penilaian menyeluruh terhadap performa keuangan perusahaan sekaligus dapat dijadikan dasar pendukung dalam proses perumusan kebijakan manajerial.
Studi Studi Komparatif Penerapan Akuntansi Pemerintahan di Indonesia dengan Malaysia : Membandingkan prinsip, standar, dan praktik akuntansi pemerintahan antara Indonesia dan Malaysia untuk mengidentifikasi best practices dan area perbaikan Iffah Su'aidah; Yunisa Nurul Maulidah; Hani Sutiyani; Sulistia Ramandani; Muhammad Yusuf; Yohanes Agung Nugroho
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5279

Abstract

Public accountability is a fundamental pillar in good governance in the public sector. Indonesia and Malaysia face similar challenges in implementing accrual-based government accounting, but with different strategies and regulations. This study aims to compare the regulatory frameworks, accounting standards, implementation barriers, and best practices in both countries. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The results and discussion show that Indonesia applies locally developed SAP, while Malaysia uses MPSAS, which aligns with global IPSAS. Indonesia faces implementation challenges in the SAKTI system, such as limited HR certification, outdated IT infrastructure, and complex SOPs. Meanwhile, Malaysia faces transition challenges at the state level through the ISPEKS system, including reform fatigue, a lack of experts, and rapid job rotations. In conclusion, improvements in both countries require strengthening continuous training, skill certification, and updating technology infrastructure. Keywords: Government Accounting, Comparative Study, SAP, MPSAS, Accrual Basis, Public Sector