Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian, terutama pada anak-anak. Salah satu bakteri patogen penyebab diare adalah Escherichia coli. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat meningkatkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif pengobatan alami. Tanaman ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, fenolik, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak daun dan ranting tanaman ungu terhadap pertumbuhan E. coli serta menentukan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dengan hasil rendemen ekstrak daun sebesar 17,950% dan rendemen ekstrak ranting sebesar 8,495%. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol positif (+) dan negatif (-). Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antibakteri antara ekstrak daun dan ranting tanaman ungu terhadapĀ E. coli, di mana ekstrak daun pada konsentrasi 60% memiliki rata-rata diameter zona hambat 2,448 mm, sedangkan ekstrak ranting pada konsentrasi 60% memiliki rata-rata 1,099 mm. Meskipun ekstrak daun dan ranting menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, daya hambat yang dihasilkan tergolong lemah sehingga tidak dapat dikategorikan efektif.