Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil melalui Penyuluhan Kesehatan di Wilayah Gunungsari Lombok Barat Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha; Irni Setyawati; Hardaniyati Hardaniyati; Kusniyati Utami
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1969

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 12,9%. KEK pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. satu cara  adalah memberikan edukasi tentang kekrangan energi kronik pada ibu hamil. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang kekurangan energi kronik dan cara mengatasinya pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam tahap pengabdian masyarakat ini terdiri dari 3 tahap, yaitu pretest, kemudian Pendidikan Kesehatan tentang penggunaan edukasi tentang energi kronik, kemudian diikuti dengan proses post-test untuk menentukan tingkat pengetahuan ibu hamil. Hasil: Perubahan yang terjadi sangat mencolok, dimana terdapat peningkatan sebesar 63,3 poin persentase pada jumlah peserta dengan pengetahuan kategori baik (dari 26,7% menjadi 90,0%). Sebaliknya, terjadi penurunan sebesar 63,3 poin persentase pada jumlah peserta dengan pengetahuan kurang (dari 73,3% menjadi 10,0%) tentang kekurangan energi kronik. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang kekurangan energi kronik dan pencegahannya. Materi yang diberikan berisi pengetahuan tentang kekurangan energi kronik dan disajikan dengan cara yang lugas dan jelas. Masyarakat menjadi antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan, mengingat manfaat besar yang dapat diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat.