Faridatul hasanah. S.Pd
Program Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Integrasi Keilmuan dalam Menjembatani Dikotomi Ilmu: Studi Kasus di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo Faridatul hasanah. S.Pd; Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik integrasi keilmuan dalam menjembatani dikotomi ilmu di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo, mengidentifikasi bentuk-bentuk mindset dikotomis yang masih berkembang, serta mengeksplorasi strategi kelembagaan dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian empiris mengenai persistensi mindset dikotomis di madrasah yang telah menerapkan praktik integrasi keilmuan melalui kajian kitab kuning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran umum, serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo telah mengupayakan integrasi ilmu melalui pembelajaran kitab kuning sebagai muatan lokal yang dilaksanakan di tengah kurikulum formal madrasah. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan mindset dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebagian peserta didik masih memandang ilmu agama lebih penting dibandingkan ilmu umum, sementara integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum belum diterapkan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi ilmu di madrasah tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan transformasi paradigma berpikir, penguatan kultur akademik, dan pedagogi integratif secara berkelanjutan. Temuan penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan pedagogi integratif dan transformasi kultur akademik madrasah untuk membangun paradigma keilmuan yang non-dikotomis.