Ahmad Mufidudin
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhr, Purwokerto, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Assessment as Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto Ahmad Mufidudin; Yuslam Yuslam
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) berdasarkan konsep Assessment as Learning (AaL) pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan prinsip-prinsip Assessment as Learning dalam proses pembelajaran melalui keterlibatan aktif siswa, pengembangan kesadaran metakognitif, pelaksanaan self-assessment, penulisan jurnal refleksi, serta pemberian umpan balik konstruktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk memahami proses belajarnya secara mandiri. Namun demikian, pelaksanaan peer-assessment belum berjalan optimal karena masih berada pada tahap perencanaan instrumen. Faktor pendukung implementasi AaL meliputi kompetensi guru, antusiasme peserta didik, dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan alokasi waktu pembelajaran dan rendahnya kemampuan refleksi kritis sebagian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran PAI BP yang lebih reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian belajar peserta didik.