Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Etika dalam Administrasi Publik terhadap Kualitas Pelayanan di Perkantoran Terpadu pada Disdukcapil Kota Malang Destarika Nurrahma Anggraeni; Nila Sa’adaty; Ahmad Jausyan; Intan Daud Nuraini; Nayla Nur Syahrani Nasution
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara penerapan etika administrasi publik dengan mutu layanan yang dirasakan masyarakat di Perkantoran Terpadu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang. Etika aparatur bukan sekadar kewajiban normatif, melainkan faktor penentu yang membentuk kualitas interaksi antara birokrasi dengan warga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, serta dokumentasi, dengan informan mencakup Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil dan dua pengguna layanan. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Kerangka teori yang digunakan adalah model etika James H. Svara (duty, virtue, principle, consequence) untuk menganalisis perilaku aparatur, serta model SERVQUAL Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) untuk mengukur kualitas layanan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika seperti integritas, transparansi, dan tanggung jawab yang diterapkan aparatur berdampak nyata pada seluruh dimensi kualitas pelayanan. Instansi ini telah meraih predikat Pelayanan Prima (A) tingkat nasional, mengembangkan inovasi SIAPEL dan layanan inklusif D-CARDs. Namun, inkonsistensi sikap antar petugas, keterbatasan kapasitas SDM, gangguan infrastruktur digital, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat masih menjadi hambatan yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis E-Governance Melalui Aplikasi SIAPEL di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang Intan Daud Nuraini; Nadiah Jovita Wahyudi; Nayla Nur Syahrani Nasution; Nicholas Marisi Advensius Silalahi; Yosefa Alvita Damayanti; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu layanan publik yang berperan penting dalam pemenuhan hak-hak sipil masyarakat. Seiring perkembangan teknologi informasi, pemerintah menerapkan konsep e-governance untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, salah satunya melalui aplikasi SIAPEL (Sistem Informasi Administrasi Pelayanan Elektronik) di Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan administrasi kependudukan melalui SIAPEL, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan efektivitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan lurah, operator SIAPEL, pegawai pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIAPEL telah meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Lowokwaru. Berdasarkan dimensi SERVQUAL, indikator reliability dan responsiveness menjadi aspek yang paling berpengaruh karena mampu mempercepat proses pelayanan, meningkatkan ketepatan administrasi, serta memperkuat respons petugas terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara itu, aspek tangibles, assurance, dan empathy turut mendukung kualitas pelayanan melalui kemudahan penggunaan aplikasi, jaminan keamanan data, dan pendampingan bagi pengguna yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan digital. Keberhasilan implementasi SIAPEL didukung oleh komitmen pemerintah daerah, ketersediaan infrastruktur digital, koordinasi antar lembaga yang baik, serta meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap layanan digital. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, dan gangguan jaringan internet. Secara keseluruhan, SIAPEL berhasil mendukung penerapan e-governance yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga berpotensi menjadi model pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.