Lilik Jatmiko Prasetyo
Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Produksi “Digital Audiovisual” bagi Pelaku Wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Marwiyati Marwiyati; Sutanto Prasetyo Angkoso; Karna Karna; Lilik Jatmiko Prasetyo
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.16532

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital pelaku wisata di Kabupaten Temanggung melalui pelatihan dan produksi konten audiovisual. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan promosi digital di kalangan masyarakat, padahal daerah ini memiliki potensi wisata yang besar. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan, mencakup tahapan penjajakan, pelatihan, produksi konten, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan secara aplikatif, melibatkan dosen dan mahasiswa, serta memfokuskan pada praktik penggunaan perangkat dan penyuntingan video. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, yang tecermin dari tiga karya video promosi yang diproduksi secara mandiri. Evaluasi program menunjukkan antusiasme peserta serta komitmen dari mitra pemerintah daerah untuk melanjutkan kerja sama. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan digital berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain. This Community Service Program aims to enhance the digital capacity of tourism actors in Temanggung Regency through training and the production of audiovisual content. The main issue identified is the low level of digital promotion skills among the community, despite the region's rich tourism potential. The four-month program include assessment, training, content production, and evaluation. The training emphasizes hands-on practice with audio-visual equipment and editing software, involving both lecturers and students. The program successfully improve participants’ skills, as demonstrated by three independently produced tourism promotional videos. Evaluation results revealed high enthusiasm and strong commitment from local government partners to sustain the collaboration. This initiative serves as a replicable model of community-based digital empowerment for other rural areas.
Pelatihan dan Produksi “Digital Audiovisual” bagi Pelaku Wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Marwiyati Marwiyati; Sutanto Prasetyo Angkoso; Karna Karna; Lilik Jatmiko Prasetyo
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.16532

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital pelaku wisata di Kabupaten Temanggung melalui pelatihan dan produksi konten audiovisual. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan promosi digital di kalangan masyarakat, padahal daerah ini memiliki potensi wisata yang besar. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan, mencakup tahapan penjajakan, pelatihan, produksi konten, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan secara aplikatif, melibatkan dosen dan mahasiswa, serta memfokuskan pada praktik penggunaan perangkat dan penyuntingan video. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, yang tecermin dari tiga karya video promosi yang diproduksi secara mandiri. Evaluasi program menunjukkan antusiasme peserta serta komitmen dari mitra pemerintah daerah untuk melanjutkan kerja sama. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan digital berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain. This Community Service Program aims to enhance the digital capacity of tourism actors in Temanggung Regency through training and the production of audiovisual content. The main issue identified is the low level of digital promotion skills among the community, despite the region's rich tourism potential. The four-month program include assessment, training, content production, and evaluation. The training emphasizes hands-on practice with audio-visual equipment and editing software, involving both lecturers and students. The program successfully improve participants’ skills, as demonstrated by three independently produced tourism promotional videos. Evaluation results revealed high enthusiasm and strong commitment from local government partners to sustain the collaboration. This initiative serves as a replicable model of community-based digital empowerment for other rural areas.