Chici Yuliana Nadi
Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resin on Carving: Pelatihan Resin Glow in The Dark pada Ukiran Kayu Elemen Motif Tradisi di Sentra Perajin Kayu Desa Serenan Rahayu Adi Prabowo; Chici Yuliana Nadi; Sutriyanto Sutriyanto
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.17473

Abstract

Desa Serenan merupakan sentra kriya kayu ukir tradisional yang selama ini berfokus pada produksi mebel berukuran besar. Minimnya variasi produk dan keterbatasan pengetahuan mengenai inovasi material menyebabkan daya saing produk relatif stagnan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkenalkan penggunaan resin glow in the dark pada ukiran kayu sebagai bentuk diversifikasi produk yang adaptif, bernilai tambah, dan sesuai dengan selera pasar modern. Tujuan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam mengaplikasikan resin glow in the dark pada ukiran kayu, menciptakan variasi produk kecil yang lebih ringan, ekonomis, mudah dipasarkan, serta membekali mitra dengan keterampilan dokumentasi pemasaran digital. Metode pelaksanaan pelatihan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Luaran pelatihan meliputi terciptanya minimal tiga prototipe produk diversifikasi ukiran kayu kombinasi resin glow in the dark, enam foto produk dalam katalog digital, satu akun media sosial untuk mitra, luaran pendukung berupa artikel ilmiah, publikasi media massa, karya visual, dan karya audiovisual. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mitra berhasil menghasilkan tiga produk diversifikasi, memiliki akun media sosial untuk promosi, serta menyusun katalog digital produk. Program ini secara keseluruhan mampu mengembangkan potensi Desa Serenan sebagai sentra kriya kayu yang inovatif dan berdaya saing pada era ekonomi kreatif. Serenan Village is a center for traditional woodcarving crafts that focuses on large-scale furniture production. Limited product variety and knowledge of material innovation have resulted in relatively stagnant product competitiveness. This community service program was implemented to introduce the use of glow-in-the-dark resin in woodcarving as a form of adaptive product diversification, adding value and aligning with modern market tastes. This training aims to improve partners' skills in applying glow-in-the-dark resin to woodcarving, creating smaller, lighter, more economical, and more marketable product variations, and equipping partners with digital marketing documentation skills. The training implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Training outputs include the creation of at least 3 prototypes of various woodcarving products combined with glow-in-the-dark resin, 6 product photos for a digital catalog, 1 partner social media account, and supporting outputs in the form of scientific articles, mass media publications, visual works, and audiovisual works. The training results showed that the partners successfully produced three diverse products, had social media accounts for promotion, and compiled a digital product catalog. This program, as a whole, can develop Serenan Village's potential as a center for innovative, competitive woodcraft in the creative economy era.
Resin on Carving: Pelatihan Resin Glow in The Dark pada Ukiran Kayu Elemen Motif Tradisi di Sentra Perajin Kayu Desa Serenan Rahayu Adi Prabowo; Chici Yuliana Nadi; Sutriyanto Sutriyanto
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.17473

Abstract

Desa Serenan merupakan sentra kriya kayu ukir tradisional yang selama ini berfokus pada produksi mebel berukuran besar. Minimnya variasi produk dan keterbatasan pengetahuan mengenai inovasi material menyebabkan daya saing produk relatif stagnan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkenalkan penggunaan resin glow in the dark pada ukiran kayu sebagai bentuk diversifikasi produk yang adaptif, bernilai tambah, dan sesuai dengan selera pasar modern. Tujuan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam mengaplikasikan resin glow in the dark pada ukiran kayu, menciptakan variasi produk kecil yang lebih ringan, ekonomis, mudah dipasarkan, serta membekali mitra dengan keterampilan dokumentasi pemasaran digital. Metode pelaksanaan pelatihan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Luaran pelatihan meliputi terciptanya minimal tiga prototipe produk diversifikasi ukiran kayu kombinasi resin glow in the dark, enam foto produk dalam katalog digital, satu akun media sosial untuk mitra, luaran pendukung berupa artikel ilmiah, publikasi media massa, karya visual, dan karya audiovisual. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mitra berhasil menghasilkan tiga produk diversifikasi, memiliki akun media sosial untuk promosi, serta menyusun katalog digital produk. Program ini secara keseluruhan mampu mengembangkan potensi Desa Serenan sebagai sentra kriya kayu yang inovatif dan berdaya saing pada era ekonomi kreatif. Serenan Village is a center for traditional woodcarving crafts that focuses on large-scale furniture production. Limited product variety and knowledge of material innovation have resulted in relatively stagnant product competitiveness. This community service program was implemented to introduce the use of glow-in-the-dark resin in woodcarving as a form of adaptive product diversification, adding value and aligning with modern market tastes. This training aims to improve partners' skills in applying glow-in-the-dark resin to woodcarving, creating smaller, lighter, more economical, and more marketable product variations, and equipping partners with digital marketing documentation skills. The training implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Training outputs include the creation of at least 3 prototypes of various woodcarving products combined with glow-in-the-dark resin, 6 product photos for a digital catalog, 1 partner social media account, and supporting outputs in the form of scientific articles, mass media publications, visual works, and audiovisual works. The training results showed that the partners successfully produced three diverse products, had social media accounts for promotion, and compiled a digital product catalog. This program, as a whole, can develop Serenan Village's potential as a center for innovative, competitive woodcraft in the creative economy era.