Nadya Talia Putri Istiqomah
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebijakan Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kota Mojokerto dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nadya Talia Putri Istiqomah; Sulismadi Sulismadi
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1525

Abstract

BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kota Mojokerto merupakan program keuangan mikro nirlaba yang bertujuan menyediakan jasa finansial kepada pelaku usaha mikro melalui pendayagunaan zakat produktif. Urgensi penelitian ini didasari oleh banyaknya pelaku UMKM yang mengalami kegagalan akibat tata kelola finansial yang buruk, terutama kesulitan dalam memisahkan dana pribadi dengan modal usaha. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya ketergantungan pelaku usaha mikro di Kota Mojokerto terhadap pinjaman informal atau rentenir sebagai solusi instan untuk menutupi kekurangan kas usaha. Fenomena tersebut menjadi hambatan signifikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer digunakan untuk membantu memahami bagaimana simbol, makna dan interaksi sosial digunakan pengelola BMD dengan para pelaku usaha mikro dalam pelaksanaan program microfinance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program tidak hanya terletak pada aspek finansial, melainkan pada keberhasilan pengelola menanamkan makna “zakat sebagai amanah” kepada pelaku usaha. Interaksi intensif yang terbangun menciptakan hubungan sosial yang kuat, sehingga mampu menggeser ketergantungan pada rentenir menjadi kemandirian ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai agama dalam interaksi sosial menjadi kunci utama dalam meningkatkan kedisiplinan dan kelangsungan usaha mikro.