Pembelajaran Sharaf di lingkungan perguruan tinggi Islam selama ini menghadapi persoalan serius akibat dominasi metode deduktif dan hafalan yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu mengaplikasikan kaidah morfologi Arab pada teks-teks otentik. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan tersebut dan berupaya merumuskan serta menguji model rekonstruksi metode pembelajaran Sharaf yang berorientasi pada pemahaman kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Raden Intan Lampung dengan melibatkan 35 mahasiswa semester IV sebagai subjek utama. Data digali melalui observasi kelas secara partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan analisis dokumen RPS. Penelitian menemukan bahwa metode konvensional melahirkan tiga masalah kritis: rendahnya transfer belajar, melemahnya motivasi, dan ketidakmampuan analisis morfologis pada teks nyata. Model rekonstruksi yang dibangun mencakup pemanfaatan teks otentik sebagai titik berangkat, penerapan observasi induktif berbantuan media video interaktif, pelaksanaan diskusi kelompok bermakna, dan penugasan proyek leksikal morfologis. Pengujian model menunjukkan peningkatan yang sangat berarti pada kemampuan analisis morfologis mahasiswa, utamanya dalam mengidentifikasi perubahan bentuk kata berdasarkan makna situasional dalam konteks. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teks otentik dan pendekatan induktif sebagai fondasi pembaruan pembelajaran Sharaf di PTKIN.