Astini Sihombing
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pergeseran Norma Gender dalam Pembagian Kerja Rumah Tangga pada Pasangan Dual-Career Astini Sihombing
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial dan ekonomi global telah meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia  kerja, sehingga melahirkan fenomena pasangan dual-career, yaitu pasangan suami istri yang sama-sama memiliki karier dan bekerja di ranah publik. Kondisi ini menciptakan ketegangan dengan norma budaya patriarki yang secara tradisional menempatkan laki-laki sebagai pencari nafkah dan perempuan sebagai pengelola urusan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pergeseran norma gender, menganalisis faktor pendorong dan penghambatnya, serta memahami strategi negosiasi pembagian kerja rumah tangga yang diterapkan oleh pasangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menelaah berbagai literatur, teori, dan penelitian terdahulu terkait kesetaraan gender dan dinamika keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran norma gender dari pandangan yang menganggap pekerjaan rumah tangga sebagai kewajiban mutlak perempuan, menuju pandangan sebagai tanggung jawab bersama yang dibagi berdasarkan kesepakatan dan kemampuan masing-masing. Pergeseran ini didorong oleh tingginya pendidikan, kemandirian ekonomi perempuan, paparan informasi, kebutuhan praktis, dan dukungan hukum. Namun, perubahan ini belum berjalan sempurna dan masih tertahan oleh kuatnya budaya patriarki, tekanan lingkungan sosial, normalisasi beban ganda bagi perempuan, serta kurangnya dukungan kebijakan. Hal ini mengakibatkan apa yang disebut sebagai revolusi yang terhenti, di mana kesetaraan berkembang di ruang publik namun berjalan lambat di ruang domestik. Dalam menyeimbangkan peran, pasangan menerapkan strategi seperti komunikasi terbuka, pembagian kerja fleksibel, penggunaan bantuan eksternal, dan penyesuaian makna peran, meskipun negosiasi yang terjadi sering kali masih asimetris dengan perempuan yang tetap memikul beban lebih besar. Secara umum, pembagian kerja rumah tangga pada pasangan dual-career saat ini berada dalam masa transisi antara nilai tradisional dan nilai modern yang lebih setara