Inne Rofida Hayati
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Mahasiswi terhadap Dominasi Gender dalam Perkuliahan Teknik Elektro dan Dampaknya terhadap Kepercayaan Diri Akademik Dian Riva Camelia; Inne Rofida Hayati; Kienaya Akhmarianti; Ahmad Fu’adin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswi terhadap dominasi gender yang terjadi dalam lingkungan perkuliahan Teknik Elektro serta dampaknya terhadap tingkat kepercayaan diri akademik mereka. Teknik Elektro sebagai salah satu bidang studi yang secara historis didominasi oleh mahasiswa laki-laki menciptakan dinamika sosial dan akademik yang unik, di mana mahasiswi kerap menghadapi berbagai tantangan baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswi aktif Himpunan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden minimal 20 orang mahasiswi. Instrumen penelitian terdiri dari tujuh butir pernyataan yang mengukur persepsi dominasi gender dalam diskusi kelas, tekanan psikologis, representasi dosen, dan kepercayaan diri akademik menggunakan skala Likert lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi gender di lingkungan perkuliahan Teknik Elektro merupakan realitas yang nyata dan berdampak signifikan terhadap kepercayaan diri akademik mahasiswi, terutama dalam hal keberanian mengemukakan pendapat, partisipasi aktif di kelas, serta keyakinan terhadap kemampuan diri. Meskipun demikian, sejumlah mahasiswi juga menunjukkan resiliensi akademik yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan program yang lebih responsif gender guna menciptakan lingkungan belajar yang setara dan inklusif.