Peningkatan kebutuhan energi berkelanjutan mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga angin sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Namun, sifat energi terbarukan yang intermiten menyebabkan ketidakstabilan pasokan energi sehingga diperlukan sistem pendukung yang mampu menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi energi listrik. Sistem penyimpanan energi menjadi salah satu solusi utama dalam mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan berbagai teknologi penyimpanan energi yang meliputi Pumped Hydro Energy Storage (PHES), Battery Energy Storage System (BESS), Compressed Air Energy Storage (CAES), Hydrogen Energy Storage, Flywheel Energy Storage, dan Thermal Energy Storage. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan publikasi akademik yang relevan. Analisis dilakukan berdasarkan efisiensi energi, kapasitas penyimpanan, umur pakai, biaya investasi, dan potensi penerapan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BESS memiliki efisiensi tinggi dan respons yang cepat, sedangkan PHES unggul dalam kapasitas penyimpanan dan umur operasional. Hydrogen Energy Storage memiliki potensi besar untuk penyimpanan energi jangka panjang meskipun masih menghadapi tantangan biaya dan efisiensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi beberapa teknologi penyimpanan energi merupakan strategi yang paling efektif dalam mendukung integrasi energi terbarukan dan mewujudkan sistem energi berkelanjutan.