Devi Dwining Tyas
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Budaya Verifikasi dan Literasi Media pada Remaja sebagai Benteng Penangkal Hoaks di Ruang Digital Reviola Putri; Alifia Yunika Khoirunnisa; Fauziah Khoirunisa; Anisa Rafa Aristawati; Devi Dwining Tyas; Intan Puspita Ramadani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan media digital di kalangan remaja menyebabkan hoaks semakin mudah tersebar akibat rendahnya literasi media dan minimnya kebiasaan verifikasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya budaya verifikasi dalam meningkatkan literasi media remaja guna menangkal penyebaran hoaks di ruang digital. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode literature review, yang dilakukan melalui penelaahan dan analisis terhadap berbagai sumber ilmiah terkait literasi media, budaya verifikasi, serta fenomena hoaks di ruang digital. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya keterkaitan antara tingkat literasi media dan cara pengguna digital dalam merespons serta menyebarkan informasi. Remaja dengan tingkat literasi yang lebih memadai umumnya menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati dalam menilai informasi dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkannya. Sebaliknya, keterbatasan literasi digital dapat membuat remaja lebih mudah terpapar dan mempercayai hoaks. Hambatan dalam praktik verifikasi meliputi pengaruh emosional, algoritma media sosial yang mendorong konten sensasional, serta kurangnya kesadaran terhadap bahaya informasi palsu. Budaya verifikasi, termasuk kebiasaan memeriksa kebenaran informasi melalui sumber terpercaya sebelum menyebarkannya, terbukti efektif sebagai benteng digital dalam menekan penyebaran hoaks. Penguatan budaya verifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi literasi digital sejak dini, pemanfaatan media digital sebagai sarana pendidikan literasi, serta keterlibatan dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan platform digital. Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dapat membantu budaya verifikasi melekat dalam kebiasaan masyarakat, sehingga turut mendukung terbentuknya lingkungan informasi digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.