Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI PERPUSTAKAAN: UPAYA MEMBANGUN KEHARMONISAN DALAM KERAGAMAN Rohana Rohana; Nurul Fikriati Ayu Hapsari
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 8, No. 1 (2026): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v7i1.34471

Abstract

Wacana multikulturalisme menjadi isu krusial dalam mengelola keberagaman keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya di Indonesia, namun kajian terdahulu masih didominasi pada sektor pendidikan formal (sekolah, perguruan tinggi dan kurikulum) tanpa mengkaitkan dengan perpustakaan sebagai ruang publik nonformal yang masih luput dari analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran edukatif dan kultural perpustakaan dalam mengimplementasikan pendidikan multikulturalisme guna membangun keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Penelitian ini menemukan 14 literatur yang relevan dengan kriteria diterbitkan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2016-2026) yang membahas tentang fungsi perpustakaan (edukatif, kultural, layanan) dengan konsep multikulturalisme, pluralisme, atau inklusi sosial pada artikel ilmiah dan buku teks. Data dianalisis secara operasional menggunakan metode content analysis melalui tahapan kodifikasi data, kategorisasi tema, dan sintesis kritis. Hasil analisis sintesis menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berperan pasif sebagai penyimpan informasi, melainkan bertindak strategis sebagai ruang pembelajaran sosial inklusif. Aktualisasi pendidikan multikulturalisme terbukti secara empiris melalui lima pilar: penyediaan koleksi berbasis keberagaman, fasilitasi dialog kebudayaan antar-pemustaka, transformasi layanan inklusi sosial, penyelenggaraan apresiasi budaya lokal, serta penguatan nilai demokrasi dan toleransi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa model konseptual perpustakaan sebagai agen perubahan sosial (social change agent) yang memperluas diskursus sains informasi dalam mendukung terciptanya integrasi masyarakat multikultural yang harmonis.