Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN HOT WATER TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA ALAT SLUDGE CENTRIFUGE PADA STASIUN KLARIFIKASI Wahyu Novtrian Afandi; Rita Youfa
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Crude Palm Oil adalah minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit. Pada pengolahan kelapa sawit menjadi CPO, terdapat sludge yang dihasilkan dari proses pemurnian minyak CPO. Sludge diolah kembali di sludge centrifuge karena masih terkandung minyak dengan penambahan air panas sebagai pengencer agar memudahkan pemisahan antara sludge dan minyak. Penambahan jumlah air panas tetap menjaga keseimbangan pemisahan sludge dan minyak. Kadar air yang rendah akan membuat umpan masuk menjadi lebih kental sehingga minyak yang terdapat pada sludge centrifuge sulit dipisahkan. Sludge centrifuge memisahkan minyak di dalam sludge menggunakan gaya sentrifugal. Selama ini perusahaan menambahkan air panas sebanyak 1.5 ton/jam dan didapatkan oil losses pada heavy phase antara 0.9 – 1%. Komposisi minyak di sludge yang cukup tinggi maka perlu dilakukan kajian untuk mengetahui kinerja dari sludge centrifuge dalam mengolah sludge agar kehilangan minyak yang dibawa heavy phase sesuai standar perusahaan. Metode untuk menganalisa kehilangan minyak yaitu dengan menggunakan metode ekstraksi. Didapatkan hasil yaitu banyaknya penambahan air panas maka persentase oil losses berkurang. Selain itu persentase oil losses paling optimal pada penambahan 3 ton/jam.
EVALUASI KONDISI OPERASI STERILISASI TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA PRODUKSI MINYAK SAWIT MENTAH : - Akri Aldi; Rita Youfa
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Proses sterilisasi dalam perebusan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit merupakan tahap kritis dalam produksi minyak sawit mentah (CPO). Tujuan utama dari proses ini adalah untuk melunakkan tandan buah, membunuh enzim perusak, serta memudahkan pemisahan brondolan dari tandan. Namun, tekanan dan durasi perebusan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan oil losses, yaitu hilangnya minyak yang terbawa oleh air kondensat. Penelitian ini menganalisis pengaruh tekanan dan kondisi perebusan terhadap oil losses pada tiga puncak perebusan. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tekanan di atas standar, khususnya pada puncak pertama dan kedua, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan oil losses. Faktor tambahan yang mempengaruhi adalah kondisi fisik buah, fluktuasi tekanan steam, serta kualitas dan stabilitas steam yang digunakan. Pada puncak ketiga, meskipun tekanan mencapai 2,8 bar, masalah teknis seperti kebocoran pada sterilizer dan ketidakstabilan suplai steam juga menyebabkan variasi dalam oil losses. Kesimpulannya, untuk meminimalkan oil losses, diperlukan kontrol yang ketat terhadap tekanan, kondisi fisik buah, serta kualitas steam selama proses sterilisasi.