Muhammad Nur
Program Studi D3 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Sosialisasi dan Simulasi Kegawatdaruratan Anak Dalam Meningkatkan Kecerdasan Tanggap Darurat Orangtua di Kelurahan Karunrung Kota Makassar Abd Hady Junaidi; Hariani Hariani; Muhammad Nur
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2099

Abstract

Di Kota Makassar, kasus insidensi kegawatdaruratan anak masih tinggi yakni rata-rata lebih dari 1.200 kasus per tahun, terdiri atas: 30-40% kasus kejang demam, 20-30% infeksi berat (ISPA, diare), 15-25% trauma/cedera, 5-10% DBD dan infeksi spesifik, 5-10% kasus epilepsi dan neurologi lain, dan <5% lainnya. Tujuan Pengabmas Program Kemitraan Wilayah (PKW) menganalisis efektivitas sosialisasi dan simulasi kegawatdaruratan anak dalam meningkatkan kecerdasan tanggap darurat orang tua. Metode pendekatan a pilot study of quasi-experiment pre and post-test one group. Lokasi mitra Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makasssar, melibatkan 50 partisipan orangtua berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen pengukuran variabel: lembar checklist, dan soal. Hasil, pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan simulasi kegawatdaruratan anak bersifat efektif dalam meningkatkan kecerdasan tanggap darurat orang tua dari 26% menjadi 80% (interval 66% - 94%), dengan kontribusi rata-rata dari keseluruhan indikator adalah 54%. Besaran kontribusi bervariasi pada setiap indikator dengan distribusi, yakni masing-masing 70% (nilai kontribusi paling besar) untuk indikator motivasi dan persepsi (tergolong efektif), 66% (terbesar kedua) untuk indikator perilaku (tergolong efektif), 50% (terbesar ketiga) untuk indikator pengalaman (tergolong efektif), masing-masing 44% untuk indikator pengetahuan dan keterampilan (tergolong cukup efektif), dan 40% (cukup efektif) untuk indikator kemampuan tindakan. Namun terlepas dari kontribusi yang efektif tersebut, hasil sosialisasi dan simulasi masih menyisakan 6% - 34% (atau rata-rata 20%) partisipan dengan tingkat kecerdasan tanggap darurat yang kurang/ rendah, dengan distribusi: 34% (terbanyak) pada indikator kemampuan tindakan, 30% pada indikator pengalaman, 26% pada indikator keterampilan, 20% pada indikator pengetahuan, masing-masing 10% pada indikator motivasi dan persepsi, serta 6% (terkecil) pada indikator perilaku