This Author published in this journals
All Journal Majalah Farmaseutik
Arini Salsabila
Program Magister Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis Rawat Inap Di Rumah Sakit Arini Salsabila; Woro Supadmi; Endang Yuniarti; Bangunawati Rahajeng
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026): in press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.117739

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien, termasuk kondisi fisik, psikologis, dan sosial, sehingga berdampak pada kualitas hidup. Oleh karena itu, penilaian kualitas hidup menjadi penting untuk menggambarkan kondisi pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien PGK rawat inap berdasarkan domain Kidney Disease Quality of Life‑36 (KDQOL‑36) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional kuantitatif dengan desain prospective cross‑sectional yang dilaksanakan pada periode Oktober hingga Desember 2025. Sebanyak 70 pasien PGK rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan sebagai sampel penelitian. Data kualitas hidup dikumpulkan menggunakan instrumen KDQOL‑36, sedangkan karakteristik pasien diperoleh melalui data rekam medis dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan skor pada setiap domain kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor pada masing‑masing domain KDQOL‑36. Rerata skor tertinggi terdapat pada domain fungsi fisik, sedangkan skor terendah pada domain keterbatasan fisik. Domain lainnya, seperti nyeri tubuh, kesehatan umum, fungsi sosial, keterbatasan emosional, vitalitas, dan kesehatan mental, berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan, sebagian besar pasien memiliki fungsi fisik dasar relatif masih baik, keterbatasan dalam aktivitas fisik tetap menjadi aspek yang menonjol dalam kualitas hidup pasien PGK rawat inap. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perawatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup pengelolaan gejala fisik, dukungan psikososial, dan edukasi pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.