p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Salando Health Journal
Sova Evie
Prodi DIII Keperawatan Tolitoli Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pemberian Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ildayanti; Sova Evie; Saman Saman
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2677

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang apabila menemukan korban yang membutuhkannya seperti pasien dengan henti jantung atau cardiac arrest. Secara global kejadian henti jantung diluar rumah sakit atau Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) rata-rata di antara orang dewasa sebesar 55 OHCA per 100.000 orang/tahun. Henti jantung akan berakhir dengan kematian jika pertolongan tidak cepat diberikan, karena tenaga medis tidak selalu ada di tempat kejadian, orang atau masyarakat awam yang terlatih diwajibkan untuk melakukan BHD. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan untuk henti jantung, oleh karena itu penting adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bantuan hidup dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan pada 30 responden dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan rumus mean.Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan edukasi mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 20 orang (66,7%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (57%), setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat meningkat menjadi pengetahuan baik yaitu 28 orang (93,3%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (92,1%).kesimpulan yang dapat ditarik adalah hasil penelitian ini mengambarkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan. Puskesmas diharapkan dapat melakukan program khusus untuk kegiatan penyuluhan atau pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan rutin ikut edukasi atau pelatihan yang ada.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA HIPERTENSI DI DUSUN KINOPASAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI Sopia Usman; Saman Saman; Sova Evie
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2916

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang spesifik, dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, serta dapat menyebabkan kematian. Hipertensi disebabkan oleh bebrapa faktor antara lain, genetik, usia, jenis kelamin, stress, geografi, lingkungan, gaya atau pola hidup, garam dapur, dan merokok. Tujuan penelitian diketahuinya gambaran faktor penyebab terjadinya hipertensi di Dusun Kinopasan Wilayah Kerja Peskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Metode dalam penelitian ini metode deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan wawancara secara langsung kepada penderita hipertensi dengan menggunakan lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dan sampel penelitian berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini total sampling. Hasil penelitian faktor penyebab terjadinya hipertensi di Dusun Kinopasan banyak ditemui pada usia ≥ 56 tahun (40%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (83%), hipertensi banyak dialami oleh responden yang memiliki riwayat keluarga/keturunan (90), banyak ditemukan pada responden yang tidak melakukan aktivitas fisik (80%), banyak dialami oleh responden yang mengonsumsi garam berlebih (60%), banyak dialami oleh responden yang tidak merokok (83%), banyak ditemui pada responden yang tidak mengonsumsi alkohol (97%), banyak dialami oleh responden yang mengonsumsi kopi (60%), banyak ditemui pada responden yang mengalami stress (73%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan faktor penyebab terjadinya hipertensi tertinggi riwayat keluarga/keturunan dan yang terendah mengonsumsi alkohol. Saran bagi putugas kesehatan puskesmas galang diharapkan untuk meberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hipertensi yang difokuskan pada penjelasan faktor penyebab terjadinya hipertensi.