Dwi Yogyo Suswinarto
Prodi DIII Keperawatan Tolitoli, Poltekkes Kemenkes Palu, Tolitoli, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi tentang BBLR terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang Dwi Yogyo Suswinarto; Rahmawati Rahmawati
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4011

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan lahir kurang dari 2500 gram. BBLR merupakan penyebab utama kematian pada masa prenatal. Di desa Malangga tiap tahun terdapat kasus BBLR dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu tentang pencegahan BBLR. Sehingga, peningkatan pengetahuan tentang BBLR melalui edukasi sangat penting untuk ibu hamil agar mereka dapat mencegah terjadinya BBLR. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang BBLR terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancanagan pre-test and post-test without control. Penelitian dilakukan di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang pada bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024. Variabel independen yaitu edukasi tentang BBLR dan variabel dependen yaitu peningkatan pengetahuan. Sampel penelitian yaitu seluruh ibu hamil yang ada di Desa Malangga yang diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 15 item pernyataan yang dibuat sendiri oleh peneliti dan telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan ibu hamil sebagian besar berada pada kategori kurang dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan berada pada kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan p value 0,001 < 0,05 yang artinya edukasi tentang BBLR berpengaruh secara statistik terhadap pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi tentang BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil.
The Association Between Cigarette Smoke Exposure and Hypertension Incidence in Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District Sova Evie; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Alfrida Semuel Ra'bung; Rahmat Kurniawan; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar; Enggar Enggar
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.665

Abstract

Smoking remains a major global public health concern and is strongly associated with cardiovascular diseases. This study aimed to analyze the relationship between cigarette smoke exposure and hypertension incidence among residents in the working area of Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District. This observational analytic study employed a cross-sectional design with 40 respondents. Independent variables included duration of exposure, type of cigarette, and carbon monoxide (CO) levels in the body, while hypertension incidence was the dependent variable. Data were analyzed using chi-square test, with p<0.05 considered statistically significant. The results showed that 60% of respondents had high smoke exposure, 55% were exposed to unfiltered cigarettes, and 45% had hypertension. Bivariate analysis revealed no significant relationship between duration of exposure (p=0.080) and type of cigarette (p=0.307) with hypertension. However, CO levels were significantly associated with hypertension (p=0.006), where respondents with high CO exposure were more likely to have hypertension. In conclusion, cigarette smoke exposure, particularly elevated CO levels, increases the risk of hypertension. These findings emphasize the importance of tobacco control measures and monitoring CO exposure as a preventive strategy against hypertension.