Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi mitigasi risiko operasional pada proyek konstruksi jalan di fasilitas pengolahan gas alam darat dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan 15 potensi risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga risiko dengan prioritas tertinggi adalah cuaca ekstrem (RPN = 422), kecelakaan kerja berat (RPN = 404), dan dampak lingkungan (RPN = 353). Strategi mitigasi selanjutnya dirumuskan menggunakan metode House of Risk fase 2 (HOR 2) untuk mengevaluasi efektivitas dan tingkat kesulitan implementasi dari enam tindakan pencegahan yang diusulkan. Berdasarkan hasil perhitungan Effectiveness to Difficulty (ETD), strategi Pelatihan, Pemantauan, dan Kepatuhan Berkelanjutan menjadi prioritas utama karena mampu mengurangi berbagai sumber risiko secara simultan sekaligus memperkuat budaya kerja berkelanjutan (sustainable work culture). Hasil penelitian ini memberikan kerangka kerja yang sistematis untuk pengelolaan risiko operasional pada proyek infrastruktur jalan di sektor minyak dan gas bumi, sehingga dapat mendukung pelaksanaan proyek yang lebih aman, efektif, produktif, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.