Nurul Aini Siagian
1Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Program Sarjana Terapan, Institut Kesehatan Deli Husada 2Program Studi Kebidanan Program Sarjana, Institut Kesehatan Deli Husada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemulihan Ketahanan Pangan Pascabencana melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Pengadaan Pompa Air pada Persawahan Irigasi yang Rusak di Dusun Telusung Desa Persiapan Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Tahun 2026 Ana Apriana; Nurul Aini Siagian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13523

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi akibat bencana hidrometeorologi pada awal tahun 2026 menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas pertanian di Dusun Telusung, Desa Persiapan Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Terhambatnya aliran air menuju lahan sawah meningkatkan risiko penurunan produktivitas dan mengancam stabilitas pangan rumah tangga petani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai upaya pemulihan distribusi air sekaligus penguatan kapasitas kelompok tani dalam mengelola sistem irigasi alternatif secara berkelanjutan. Program berlangsung pada 28 Januari hingga 28 Februari 2026 dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani, 20 relawan bencana desa, dan 50 mahasiswa sebagai fasilitator lapangan. Pendekatan yang digunakan memadukan solusi teknis dan penguatan kelembagaan. Secara teknis, dilakukan pengadaan dan instalasi pompa air portable untuk mengalirkan air dari sumber terdekat menuju petakan sawah yang terdampak. Secara sosial, kegiatan dilengkapi dengan pelatihan pengoperasian alat, penyusunan sistem pembagian air, serta pembentukan mekanisme perawatan berbasis kesepakatan bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan yang sebelumnya mengalami keterbatasan air kembali memperoleh suplai secara lebih stabil. Selain itu, kemampuan petani dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan meningkat, serta tata kelola kelompok menjadi lebih terorganisir. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai respons darurat, tetapi juga mendorong terbentuknya kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko serupa di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan desa melalui pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal