Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESI POLITIK DALAM STUDI PHOTOVOICE: MENELISIK DINAMIKA PSIKOLOGIS DEMONSTRAN DALAM SITUASI DEMONSTRASI Akira Nandini; Agnes Monita Baitanu; Chantika Christiani; Jesika Elsandu Ma; Tallent Soleman Maka Ndolu; R. Pasifikus Ch. Wijaya
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 3 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/s6xxba93

Abstract

Represi politik terjadi ketika pemegang kekuasaan berusaha membungkam masyarakat sipil atau pihak yang menentang sistem. Tindakan ini dapat berlangsung dalam berbagai bentuk dan menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan fisik maupun dinamika psikologis individu atau kelompok yang terdampak. Fenomena tersebut masih marak terjadi di Indonesia, termasuk dalam demonstrasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, di mana aparat sering menggunakan cara-cara represif terhadap mahasiswa dan masyarakat sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis demonstran yang mengalami represi politik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode photovoice yang dipadukan dengan analisis tematik. Partisipan penelitian ini adalah 10 demonstran yang merupakan mahasiswa atau aktivis lokal yang terlibat langsung dalam aksi unjuk rasa di Kupang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), foto representasi pengalaman partisipan, serta catatan observasi lapangan. Penelitian ini secara khusus dilakukan di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Temuan penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya, maupun rekomendasi praktis berupa pentingnya menyoroti aspek psikologis individu yang kompleks dalam menghadapi represi politik. Kata Kunci: represi, psikologis, demonstran, demonstrasi, photovoice
An Overview of Social Support for Emerging Adults Who Have Lost a Parent Due to COVID-19: Penelitian Aulia Arohadia Tusani; Luh Putu Ruliati; R. Pasifikus Ch. Wijaya; M. Dinah Charlota Lerik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7088

Abstract

This study aims to examine the profile of social support among emerging adults who have lost a parent to COVID-19. This study employed a qualitative descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with seven participants in the emerging adulthood phase (aged 18–25 years), residing in Kupang City, who had lost a parent to COVID-19. The analytical technique used was Braun and Clarke's (2006) thematic analysis, consisting of six stages. The findings identified four main themes: (1) initial emotional reactions including shock, anger, and emptiness; (2) experiences of isolation in social relationships due to COVID-19 stigma; (3) forms of social support received, comprising emotional, instrumental, informational, and appraisal support, with the immediate family as the primary source; and (4) a gradual process of acceptance and recovery. A new finding in this study is the emergence of a spiritual support dimension not covered in Sarafino's theory, yet consistently meaningful within the religious cultural context of NTT society.