Kelebihan gizi merupakan masalah kesehatan global dengan angka prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya, baik di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Masalah kelebihan gizi yang sering terjadi pada remaja sebagian disebabkan oleh faktor pola makan. Perkembangan tren saat ini, khususnya di bidang kuliner, membuat remaja mudah terpengaruh untuk mengikuti tren yang ada, terutama pola makan yang kurang tepat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Yogyakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Status gizi diukur menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U), sedangkan data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari pengisian kuesioner Qualitative-Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Fisher exact dengan tingkat signifikansi (0,05). Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja di Kota Yogyakarta. Pihak sekolah dapat memantau status gizi siswa dengan mengumpulkan data antropometri dan memberikan edukasi tentang pentingnya membatasi konsumsi makanan cepat saji.