Rebbi Permata Sari
Universitas Alifah Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal  Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit TK. 111 Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2025 Narlis Maharani; Rebbi Permata Sari; Hidayatul Rahmi
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 4 No. 1 (2026): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v4i1.694

Abstract

Meningkatnya tekanan darah pada pasien sebelum operasi disebabkan oleh gangguan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada pasien pre operasi dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat jika tidak diatasi dapat menyebabkan komplikasi selama dan setelah pembedahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 341 orang dengan jumlah sampel 77 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik proposive sampling. Instrumen yang digunakan kecemasan dengan Hamilton anxiety rating scale (HARS) dan untuk tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer dengan menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square p-value ≤ 0,05. Hasil analisis univariat didapatkan data lebih dari separoh 50 (64.9%) responden mengalami peningkatan tekanan darah, dan 35 (45.5%) responden memiliki tingkat kecemasan sedang pada pasien pre operasi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah (p-value = 0,000). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Ada Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Increased blood pressure in patients before surgery is caused by psychological disorders, one of which is anxiety. Anxiety in preoperative patients can increase blood pressure. Elevated blood pressure if left untreated can lead to complications during and after surgery. The purpose of this study is to determine the relationship between anxiety level and increased blood pressure in scheduled pre-surgery patients in the room of Imam Bonjol Hospital Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. This study is aquantitative research with a cross sectional design. The population in this study is 341 people with a sample of 77 people. The sampling technique is the proposive sampling technique. The instrument used anxiety with the Hamilton anxiety rating scale (HARS) and for blood pressure using a Sphygmomanometer using an observation sheet, then analyzed univariate and bivariate with the Chi-Square p-value test ≤ 0.05. The results of the univariate analysis obtained data from more than half of 50 (64.9%) respondents experienced an increase in blood pressure, and 35 (45.5%) respondents had moderate levels of anxiety in preoperative patients. The results of the Chi-Square test showed a significant association between anxiety levels and increased blood pressure (p-value = 0.000). The results of this study can be concluded that there is a relationship between anxiety level and increased blood pressure in scheduled pre-surgery patients in the Imam Bonjol room, Tk. III Dr. Reksodiwiryo Hospital Padang.
Pengaruh Pemberian Teknik Pursed Lips Breathing Terhadap Perubahan Frekuensi Nafas Pada Pasien PPOK Di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat Puti Sabrina Feoniti; Rebbi Permata Sari; Hidayatul Rahmi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1284

Abstract

Kejadian pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang mengalami peningkatan frekuensi napas merupakan fenomena yang sering ditemukan. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan sesak napas adalah dengan latihan pernapasan Pursed Lips Breathing (PLB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik Pursed Lips Breathing terhadap perubahan frekuensi nafas pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi adalah semua pasien yang menderita penyakit PPOK yang berjumlah 138 orang di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat pada tahun 2025, dengan sampel sebanyak 14 orang yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 05 Mei-28 Mei 2025 melalui observasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata frekuensi nafas pasien sebelum diberikan teknik Pursed Lips Breathing adalah 27,50x/menit dan menurun menjadi 22,85x/menit setelah diberikan teknik Pursed Lips Breathing. Uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian teknik pursed lips breathing terhadap perubahan frekuensi nafas pada pasien PPOK. Disarankan agar pihak rumah sakit menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan dalam proses peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan dijadikan sebagai intervensi/therapy Non-Farmakologi dalam menangani pasien PPOK.