Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Desain dan Simulasi Sistem Motor DC Berbasis Arduino Menggunakan Tinkercad untuk Mendukung Pembelajaran Fisika Dasar Riskawati Riskawati; Dirga Sanusi; Nasrul Ihsan; Muhammad Saleh
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.2.2026.1545

Abstract

Fisika Dasar merupakan mata kuliah fundamental yang berperan penting dalam membangun pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep sains dan penerapannya dalam teknologi. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak dengan sistem teknologi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan desain dan simulasi sistem motor DC berbasis Arduino menggunakan Tinkercad untuk mendukung pembelajaran Fisika Dasar. Kegiatan melibatkan 35 mahasiswa semester 2 Program Studi Biologi yang sedang memprogram Mata Kuliah Fisika Dasar. Pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, persiapan materi, pelatihan penggunaan Arduino dan Tinkercad, praktik simulasi, pendampingan, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket respons peserta, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan memperoleh respons yang sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 90%. Hasil observasi juga menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, kerja kelompok, dan penyelesaian tugas simulasi, serta seluruh kelompok berhasil menghasilkan simulasi sistem motor DC berbasis Arduino sesuai dengan panduan yang diberikan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep fisika, seperti arus listrik, tegangan, energi, daya, dan gerak rotasi dengan penerapannya dalam teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa Tinkercad berpotensi dimanfaatkan sebagai laboratorium virtual yang mendukung pembelajaran Fisika Dasar secara interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Meskipun demikian, kegiatan ini masih terbatas pada satu kelas dan evaluasi hanya didasarkan pada respons peserta serta hasil observasi sehingga diperlukan kegiatan lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas dan pengukuran hasil belajar yang lebih komprehensif.