Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya kretaivitas mahasiswa dalam pembelajaran IPA yang menjadikan mahasiswa kurang aktif dan belum optimal dalam mengembangkan ide. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran materi sistem pernapasan melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan mengacu pada indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Pendekatan mix-method diterapkan dalam studi dengan melibatkan 29 mahasiswa sebagai sampel yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang masing-masing terdiri dari 20 item untuk variabel kreativitas dan PBL, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS. Penelitian ini menghasilkan bahwa keterlaksanaan model PBL tergolong baik (≥70%) dan mampu meningkatkan kreativitas mahasiswa, dengan nilai tertinggi pada indikator fluency dan elaboration (75%), flexibility (72%), serta terendah pada originality (67%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa cukup mampu menghasilkan dan mengembangkan ide, namun masih kurang dalam menciptakan gagasan yang benar-benar orisinal. Hasil yang didapatkan sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kreativitas melalui aktivitas pemecahan masalah dan diskusi aktif. Oleh karena itu, penerapan model PBL berkontribusi dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa pada pembelajaran IPA. Dengan demikian, disarankan supaya model PBL diterapkan secara konsisten dan dikembangkan lebih lanjut untuk mendorong peningkatan aspek originality mahasiswa.