Konsep terapung dan tenggelam merupakan bagian penting dalam kajian fluida statis yang berkaitan dengan massa jenis, gaya apung, dan hubungan antara berat benda dengan gaya yang bekerja dalam fluida. Meskipun konsep ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, banyak pebelajar masih mengalami miskonsepsi dalam memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk miskonsepsi pebelajar tentang konsep terapung dan tenggelam, mendeskripsikan sumber-sumber miskonsepsi, serta menentukan sumber miskonsepsi yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 33 pebelajar PGSD Semester 3. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik three-tier test yang terdiri atas pertanyaan konseptual, alasan pemilihan jawaban, dan identifikasi sumber miskonsepsi. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan jawaban pebelajar ke dalam kategori Scientific, Misconception, Negative False, dan Not Know, kemudian menghitung persentase masing-masing kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat miskonsepsi pebelajar pada konsep terapung, melayang, dan tenggelam dengan persentase sebesar 12,77%. Miskonsepsi yang muncul umumnya berkaitan dengan pemahaman yang tidak tepat mengenai hubungan antara massa jenis, gaya apung, dan berat benda. Analisis sumber miskonsepsi menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah penggunaan intuisi atau dugaan pebelajar dalam menjelaskan fenomena tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang dapat membantu pebelajar merekonstruksi pemahaman konsep secara ilmiah.