Fitri Syawalia
Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGIC PARTNERSHIP MODEL FOR SUSTAINABLE EMPOWERMENT BETWEEN COMPANIES AND COMMUNITIES IN THE NICKEL MINING REGION OF KOLAKA REGENCY abdul sabaruddin; Ahmad Zul Fikri; Fitri Syawalia; Winda Septemi Patibong
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Social Politics and Governance (June)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/nfk05d73

Abstract

Partnerships between companies and communities are crucial for empowering communities in mining areas. However, in Kolaka Regency, these partnerships have not been implemented optimally or sustainably. This is evident from low community participation, weak coordination among stakeholders, short-term program initiatives, and a lack of partnership models tailored to local needs. This study utilizes partnership theory, which includes pseudo-partnerships, mutualistic partnerships, and conjugative partnerships. This study aims to analyze and develop a model for strategic partnerships between companies and communities in sustainable empowerment programs within the nickel mining area of Kolaka Regency. It employs a qualitative approach that includes interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that partnerships between companies and communities are often superficial, as planning and decision-making processes have not been conducted collaboratively. As a result, empowerment programs are not fully aligned with community needs and lack sustainability. Additionally, these partnerships exhibit semi-productive characteristics that are short-term in nature and lack a vision for sustainable development. Local governments need to facilitate multi-stakeholder partnerships among mining companies, communities, government, and academics. This approach will strengthen coordination and empower communities based on research and local needs in a participatory and sustainable manner.
Kinerja Pemerintah Desa dalam Pengembangan Objek Wisata Swedy Beach di Desa Tambea Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Fitri Syawalia; Taslim Fait; Nadila Insira; Dewi Sartika; Sultan Abadi
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i2.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja Pemerintah Desa Tambea dalam pengembangan Pantai Swedy sebagai objek wisata di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan narasumber yang terdiri dari pejabat desa, pengelola objek wisata, dan warga Desa Tambea. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pemerintah desa dalam mengembangkan Pantai Swedy belum optimal. Dari segi efisiensi, partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata masih rendah, dan fasilitas umum belum mengalami perbaikan yang signifikan. Mengenai efektivitas, perhatian yang diberikan oleh pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap pengelolaan kawasan wisata dinilai kurang memadai, sehingga kebutuhan fasilitas belum terpenuhi. Dari segi keadilan, transparansi dalam pengelolaan kawasan wisata belum diterapkan secara efektif, dan fasilitas yang tersedia masih terbatas. Sementara itu, dalam hal responsivitas, pengembangan pariwisata belum mampu menarik banyak pengunjung akibat kurangnya transparansi pengelolaan serta status proyek pembangunan dan pengembangan di kawasan wisata yang belum selesai. Secara keseluruhan, pengelolaan Pantai Swedy memerlukan perbaikan agar dapat mewujudkan pembangunan yang optimal dan berkelanjutan.