Efi Fibriyanti
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada keluarga disabilitas fisik Athalia Salma; Wawan Febri Ramdani; Efi Fibriyanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2812

Abstract

Background: Indonesia, particularly Bantul Regency, faces a high earthquake risk due to the activity of the Opak Fault, as seen in the 2006 tragedy that killed more than 5,700 people. Given the significant impact of the 2006 tragedy, the role of the family is crucial as a key pillar in building preparedness and protecting family members with limited mobility during disasters. Purpose: To explore the preparedness experiences of families with members with physical disabilities in the face of earthquakes. Method: This qualitative phenomenological study involved 5-10 informants (family members/guardians) selected purposively. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using Creswell's six steps until data saturation was achieved. Results: Five main themes were identified: perceptions of disaster risk and impact, family preparedness measures, social support and information sources, barriers to preparedness, and hopes and future needs for families with physical disabilities. Conclusion: The preparedness of families with physical disabilities is driven by past trauma, but is still spontaneous and lacks technical preparation and preparedness training due to economic limitations and minimal preparedness training programs for families with physical disabilities.   Keywords: Earthquake; Family; Phenomenology; Physical Disability; Preparedness;   Pendahuluan: Indonesia, khususnya Kabupaten Bantul, memiliki risiko gempa tinggi akibat aktivitas Sesar Opak, seperti tragedi 2006 yang menewaskan lebih dari 5,700 jiwa. Mengingat dampak besar tragedi 2006, peran keluarga menjadi krusial sebagai pilar utama dalam membangun kesiapsiagaan, dan melindungi anggota keluarga dengan keterbatasan mobilitas saat bencana terjadi Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman kesiapsiagaan keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas fisik dalam menghadapi gempa bumi. Metode: Penelitian kualitatif fenomenologi ini melibatkan 5-10 informan (keluarga/wali) yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan enam langkah Creswell hingga mencapai saturasi data. Hasil: Teridentifikasi lima tema utama seperti persepsi risiko dan dampak bencana, tindakan kesiapsiagaan keluarga, dukungan sosial dan sumber informasi, hambatan kesiapsiagaan; dan harapan dan Kebutuhan Masa Depan bagi keluarga disabilitas fisik. Simpulan: Kesiapsiagaan keluarga disabilitas fisik didorong oleh trauma masa lalu, namun masih bersifat spontan dan minim persiapan secara teknis dan latihan kesiapsiagaan karena keterbatasan ekonomi dan minim program pelatihan kesiapsiagaan bagi keluarga disabilitas fisik.   Kata Kunci : Disabilitas Fisik; Fenomenologi; Gempa Bumi; Keluarga; Kesiapsiagaan.
Penerapan teknik perawatan luka modern pada pasien kanker rektum: Case report Muhammad Syafii Putra Kurniawan; Efi Fibriyanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.3018

Abstract

Background: The primary treatment for advanced rectal cancer is generally surgical, such as the Miles procedure, which involves creating a colostomy. However, this surgery can lead to postoperative complications, such as impaired skin and tissue integrity and the risk of infection in the surgical wound and stoma area. Therefore, proper wound care is essential to prevent complications and accelerate wound healing. Purpose: To describe the implementation of nursing care for postoperative rectal cancer patients with impaired skin integrity and the risk of infection through aseptic wound care. Method: A case study was conducted on Mr. W, a 52-year-old patient diagnosed with stage III distal 1/3 rectal cancer who underwent a Miles procedure with a colostomy at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Data were collected through assessment, establishing a nursing diagnosis, planning, implementing, and evaluating nursing interventions. Results: The assessment revealed redness and mild bleeding in the stoma area and the abdominal surgical wound. The nursing diagnoses established were impaired skin and tissue integrity and the risk of infection. Nursing interventions included wound care using 0.9% NaCl solution, sterile dressing changes, and education on stoma care. Evaluation results showed a cleaner wound appearance, reduced exudate, and no signs of infection. Conclusion: Implementing aseptic wound care can help accelerate wound healing and prevent infectious complications in post-operative rectal cancer patients.   Keywords: Colostomy; Rectal Cancer; Risk Of Infection; Skin Integrity; Tissue Integrity; Wound Care.   Pendahuluan: Penatalaksanaan utama pada kanker rektum stadium lanjut umumnya dilakukan melalui tindakan pembedahan seperti prosedur Miles dengan pembuatan kolostomi. Namun, tindakan pembedahan tersebut dapat menimbulkan komplikasi pasca operasi, seperti gangguan integritas kulit dan jaringan serta risiko infeksi pada area luka operasi maupun stoma. Sehingga, perawatan luka yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien kanker rektum pasca operasi dengan masalah gangguan integritas kulit dan risiko infeksi melalui tindakan perawatan luka secara aseptik. Metode: Studi kasus dilakukan pada pasien Tn. W usia 52 tahun dengan diagnosis Ca recti 1/3 distal stadium III yang menjalani prosedur Miles dengan kolostomi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi tindakan keperawatan. Hasil: Pengkajian menunjukkan adanya kemerahan dan perdarahan ringan pada area stoma serta luka bekas operasi pada abdomen. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan integritas kulit dan jaringan serta risiko infeksi. Intervensi keperawatan dilakukan melalui perawatan luka menggunakan larutan NaCl 0,9%, penggantian balutan secara steril, serta edukasi mengenai perawatan stoma. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi luka tampak lebih bersih, eksudat berkurang, dan tidak ditemukan tanda infeksi. Simpulan: Penerapan perawatan luka secara aseptik dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah komplikasi infeksi pada pasien kanker rektum pasca operasi.   Kata Kunci: Kanker Rektum; Integritas Kulit, Integritas Jaringan; Kolostomi; Perawatan Luka; Risiko Infeksi.