Nafla Nur Alfiyanti
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan derajat merokok dengan kejadian penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) Nafla Nur Alfiyanti; Istiqomah Istiqomah; Aini Inayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2821

Abstract

  Background: COPD is a respiratory disease characterized by narrowing of the airways, which can cause shortness of breath and a persistent dry cough. Smoking is a major risk factor for COPD, and the greater the number of cigarettes smoked, the higher the risk of developing COPD. Purpose: To determine the relationship between smoking levels and COPD incidence. Method: This quantitative study used a case-control design, with COPD patients as the cases and non-COPD patients as the controls. Chi-square analysis was used. This study was conducted at the pulmonary clinic of Yogyakarta City Hospital from December 31, 2025, to February 7, 2026. Data collection was conducted using the Brinkman Index Questionnaire to measure smoking levels. The sampling technique used was purposive sampling. Results: 51.5% of the cases were light smokers, while 42.9% of the controls were light smokers. The p-value was 0.035 < 0.05 and the OR value was 0.296 < 1. Conclusion: There is a relationship between smoking level and COPD incidence.   Keywords: COPD; Levels Of Smoking; Smoking.   Pendahuluan: PPOK adalah sebuah penyakit yang menyerang pernapasan yang ditandai dengan adanya penyempitan yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami sesak nafas, dan batuk kering yang cukup lama. Merokok adalah salah satu faktor utama terjadinya PPOK, dan semakin banyak jumlah batang rokok yang dihisap makan semakin tinggi juga resiko terjadinya PPOK. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan kejadian PPOK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kasus-kontrol, di mana kasusnya adalah pasien PPOK perokok, dan kontrolnya adalah pasien non-PPOK perokok. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di klinik paru Rumah Sakit Kota Yogyakarta dari tanggal 31 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Kuesioner Indeks Brinkman untuk mengukur tingkat merokok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Kelompok kasus terdapat derajat perokok sedang yaitu sebesar 51.5% dan pada kelompok kontrol berada pada derajat perokok ringan yaitu sebesar 42.9%. Diperoleh p-value 0.035 <0.05 dan nilai OR 0.296 < 1. Simpulan: Terdapat hubungan derajat merokok dengan kejadian PPOK.   Kata Kunci: Derajat Merokok; PPOK; Rokok.