Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM BERBASIS PODCAST DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK : STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS KOGNITIF DAN AFEKTIF Ilyas Rozak Hanafi; Muhamad Asror; Rofi'udin Rofi'udin; Muhamad Qomarudinul Huda; Ninik Muhajiroh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11214

Abstract

ABSTRACT The research gap in Akidah Akhlak learning indicates that the learning process is still dominated by conventional methods focusing on knowledge transfer, which have not been optimal in developing students’ affective aspects. Studies on the Flipped Classroom generally emphasize cognitive outcomes, while the integration of podcast media in Akidah Akhlak learning and the simultaneous examination of its effectiveness on both cognitive and affective domains remain limited. This study aims to examine the effectiveness of a podcast-based Flipped Classroom model compared to conventional learning models in improving students’ cognitive and affective achievements in Akidah Akhlak subjects. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a Non-equivalent Control Group Design. The sample consisted of experimental and control classes selected through cluster random sampling. Data were collected through learning outcome tests for the cognitive domain and Likert scales for the affective domain, then analyzed using the Independent Sample t-test with SPSS 26.0. The results showed that the experimental class achieved a higher cognitive mean score (86.5) compared to the control class (74.2), along with an 18% increase in affective outcomes, with a significance value of 0.002 (<0.05). The findings conclude that the podcast-based Flipped Classroom model is more effective in improving students’ cognitive and affective learning outcomes. ABSTRAK Kesenjangan dalam penelitian pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berfokus pada transfer pengetahuan sehingga belum optimal dalam mengembangkan aspek afektif siswa. Penelitian tentang Flipped Classroom umumnya hanya berfokus pada aspek kognitif, sementara integrasi media podcast dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta pengujian efektivitasnya secara simultan pada ranah kognitif dan afektif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Flipped Classroom berbasis podcast dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan capaian kognitif dan afektif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar untuk ranah kognitif dan skala Likert untuk ranah afektif, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test berbantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata kognitif 86,5 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 74,2, serta peningkatan afektif sebesar 18%, dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model Flipped Classroom berbasis podcast lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa.
PERSONALISASI PEMBELAJARAN FIQH BERBASIS GENERATIVE AI: TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM RUANG KELAS DIGITAL 5.0. Ilyas Rozak Hanafi; Hasbullah Hasbullah; Muhammad Yasin; Susanto Susanto; Muhamad Qomarudinul Huda; Ninik Muhajiroh
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11033

Abstract

ABSTRACT Entering the Society 5.0 era, the integration of artificial intelligence in education has become an essential necessity, including in Islamic Religious Education learning. However, the utilization of Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) in Fiqh learning remains limited to technical aspects, while pedagogical dimensions, ethical considerations, and the transformation of teachers’ roles have not been extensively explored. This study aims to examine the personalization of Gen-AI-based Fiqh learning and analyze the transformation of teachers’ roles within the Digital 5.0 classroom environment. The research employed a qualitative approach using a library research method through philosophical-pedagogical content analysis of relevant literature. The findings indicate that Gen-AI enables adaptive, differentiated, and contextual Fiqh learning through personalized materials, digital tutors, case simulations, and individualized feedback tailored to students’ needs. The Digital 5.0 classroom also introduces prompt pedagogy as a new competency in AI-assisted learning interactions, accompanied by the risk of AI hallucination that requires teacher validation. Other findings reveal the transformation of teachers into digital curators, sharia validators, reflective facilitators, and moral compasses. In conclusion, Gen-AI integration does not replace teachers’ roles but strengthens pedagogical, spiritual, and character-building functions in Fiqh learning within the Society 5.0 era. ABSTRAK Memasuki era Masyarakat 5.0, integrasi kecerdasan buatan dalam pendidikan menjadi kebutuhan penting, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Namun, pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) dalam pembelajaran Fiqh masih terbatas pada aspek teknis, sementara dimensi pedagogis dan transformasi peran guru belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi personalisasi pembelajaran Fiqh berbasis Gen-AI serta menganalisis transformasi peran guru dalam ruang kelas digital 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis konten filosofis-pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen-AI memungkinkan pembelajaran Fiqh yang adaptif, diferensiatif, dan kontekstual melalui personalisasi materi, tutor digital, simulasi kasus, dan umpan balik individual. Ruang kelas digital 5.0 juga melahirkan pedagogi prompt sebagai keterampilan baru dalam interaksi belajar berbasis AI, namun disertai risiko AI hallucination yang menuntut validasi guru. Temuan lainnya menunjukkan transformasi peran guru menjadi kurator digital, validator syar’i, dan kompas moral. Kesimpulannya, integrasi Gen-AI tidak menggantikan peran guru, tetapi memperkuat fungsi pedagogis dan spiritual dalam pembelajaran Fiqh di era digital 5.0.