This study aims to analyze the factors that influence the number of credit cards owned by consumers in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) by examining demographic, usage pattern, perception, and psychographic variables. A total of 305 credit card users were selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) algorithm to identify the variables that significantly contribute to the number of credit cards owned. The results indicate that age and annual income are significant demographic factors. In terms of usage patterns, payment methods and usage frequency are the primary factors that increase the likelihood of owning more than one credit card. For perception variables, perceived ease of use and the view of credit cards as a symbol of social status were found to influence the number of cards owned. Additionally, psychographic aspects—such as interest in installment facilities and a sense of security when using credit cards—also play an important role in increasing credit card ownership. These findings provide implications for the banking industry in designing more targeted credit card marketing strategies. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kepemilikan kartu kredit di Jabodetabek dengan mempertimbangkan variabel demografi, pola penggunaan, persepsi, dan psikografis. Sebanyak 305 pengguna kartu kredit dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan algoritma Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) untuk mengidentifikasi variabel yang memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah kartu yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan pendapatan tahunan merupakan faktor demografis yang berpengaruh signifikan. Dari sisi pola penggunaan, metode pembayaran dan frekuensi penggunaan menjadi faktor utama yang meningkatkan peluang memiliki lebih dari satu kartu kredit. Pada variabel persepsi, kemudahan penggunaan dan persepsi kartu kredit sebagai simbol status sosial terbukti memengaruhi jumlah kepemilikan kartu. Selain itu, aspek psikografis seperti minat pada fasilitas cicilan dan rasa aman bertransaksi turut berperan dalam meningkatkan jumlah kepemilikan kartu. Temuan ini memberikan implikasi bagi industri perbankan dalam merancang strategi penawaran kartu kredit yang lebih tepat sasaran.