This study examines the influence of argument quality and influencerattractiveness on the purchase decisions of Harlette Beauty products by positioning purchase intention as a mediating variable. The research is motivated by the low conversion rate experienced by this local brand despite its strong digital exposure. A quantitative approach is employed to explain how message quality and communicator characteristics shape consumer responses within digital marketing contexts. The study focuses on consumers residing in the Greater Jakarta area who have interacted with Harlette’s promotional content through social media. The research method applies SEM-PLS to test both direct and indirect relationships among variables. The results show that argument quality plays a significant role in strengthening purchase intention and exerts a positive influence on actual purchase decisions. Influencerattractiveness also contributes to shaping positive consumer perceptions, although its impact depends on the relevance and clarity of the message delivered. Purchase intention is found to be a key mediator linking marketing communication variables with real consumer behavior, emphasizing that the effectiveness of digital strategies relies not only on visual exposure but also on the substance and clarity of information received by the audience. These findings contribute to the development of digital consumer behavior theory and offer practical implications for local brands in crafting communication strategies that are more persuasive and aligned with consumer expectations. Practically, the study highlights the importance of enhancing educational content, selecting appropriate influencers, and ensuring message consistency to strengthen purchase conversion for local Beauty brands. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas argumen dan daya tarik influencer terhadap keputusan pembelian produk Harlette Beauty dengan menempatkan niat beli sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya konversi pembelian merek lokal ini meskipun eksposur digital cukup tinggi. Pendekatan digunakan untuk menjelaskan bagaimana kualitas pesan dan karakteristik komunikator membentuk respons konsumen dalam konteks pemasaran digital. Penelitian dilakukan pada konsumen di wilayah Jabodetabek yang pernah berinteraksi dengan konten promosi Harlette melalui media sosial. Metode yang digunakan berbasis quantitative approach dengan teknik SEM-PLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumen memiliki peran penting dalam meningkatkan niat beli dan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Daya tarik influencer juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif konsumen, meskipun kekuatannya bergantung pada kesesuaian pesan yang disampaikan. Niat beli terbukti menjadi penghubung penting antara variabel komunikasi pemasaran dan perilaku aktual konsumen, sehingga memperkuat pemahaman bahwa efektivitas strategi digital tidak hanya bergantung pada eksposur visual, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima audiens. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori pada ranah digital consumer behavior serta memberikan implikasi praktis bagi merek lokal dalam merancang strategi komunikasi yang lebih persuasif dan relevan. Secara aplikatif, penelitian menegaskan perlunya penguatan konten edukatif, pemilihan influencer yang tepat, serta konsistensi pesan untuk meningkatkan konversi pembelian pada merek kecantikan lokal.