Kesehatan wanita, khususnya dalam hal perawatan payudara dan pemberian Air Susu Ibu (ASI), merupakan isu yang sangat penting namun seringkali belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) dan perawatan payudara merupakan aspek penting dalam kesehatan ibu dan anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi memberikan nutrisi optimal dan perlindungan dari berbagai penyakit. Perawatan payudara dengan metode pemeriksaan sendiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara pada wanita usia subur. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tenda Ondo, terutama bagi wanita usia subur (WUS), dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, dan pendampingan berbasis partisipatif. Fokus utama adalah meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang pentingnya perawatan payudara untuk mencegah kanker serta pentingnya ASI bagi ibu dan bayi balita. Pendekatan komunikasi persuasif diterapkan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku, sedangkan metode perubahan perilaku dilakukan melalui pemberian contoh dan motivasi berkelanjutan. Dukungan keluarga, terutama dalam bentuk pendampingan ke posyandu, juga terbukti menjadi faktor penting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman wanita usia subur tentang manfaat perawatan payudara. Kesimpulan edukasi dan aksi dalam melakukan perawatan payudara pada wanita usia subur serta ibu menyusui tetap memberikan ASI, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu, bayi dan balita di wilayah Desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda.