Reni Anggriani
Fakultas Hukum, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Hukum Perjanjian Elektoral dalam Program PTSL dan Implikasinya terhadap Kepastian Hak Atas Tanah di Indonesia Ahmad Ramdani Chairi; Reni Anggriani
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i2.271

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan hukum perjanjian elektoral dalam program ptsl dan implikasinya terhadap kepastian hak atas tanah di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan normatiftentang bagaimana kedudukan hukum perjanjian elektoral dalam program ptsl dan implikasinya terhadap kepastian hak atas tanah di indonesia. Bahan hukum yang dipakai adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang ada dikumpulkan melalui studi kepustakaan, yang selanjutnya dianalisis secara normatif untuk menjawab permasalahan yang dikaji. Hasil dari penelitian ini adalah Perjanjian elektoral dalam (PTSL) menimbulkan benturan antara hukum perdata dan hukum agraria. Secara perdata sah menurut Pasal 1320 dan 1338 KUH Perdata, tetapi secara agraria tidak sah karena tidak dibuat melalui akta PPAT sesuai UUPA dan PP No. 24 Tahun 1997. Kondisi ini merugikan pemilik tanah, pihak ketiga, dan negara. Diperlukan perlindungan hukum preventif dan represif serta regulasi tegas untuk menutup kekosongan hukum agar tujuan (PTSL), yaitu kepastian hukum dan keadilan pertanahan dapat tercapai.
Circular Economy Practices in Lombok Tourism Villages Lale Yaqutunnafis; Reni Anggriani
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i2.3841

Abstract

This study examines the gap between tourism development and community welfare in West Lombok and develops a Human-Centered Circular Tourism Framework (HCCTF) based on local community perspectives. The research employs a participatory ethnographic approach using participant observation, in-depth interviews, and document analysis, with data triangulation to strengthen the validity of the findings. The results indicate that circular economy practices are deeply embedded in Sasak local wisdom and have been sustained across generations. Local communities respond to the limitations of linear tourism through alternative practices that integrate traditional values with innovation. The study also reveals tensions between dominant tourism narratives and the lived experiences of communities involved in tourism activities, creating challenges for meaningful participation and local empowerment. These findings suggest that sustainable tourism development should be rooted in local knowledge, cultural values, and community aspirations. Accordingly, the study proposes a Human-Centered Circular Tourism Framework that highlights the role of local wisdom in fostering more inclusive, equitable, and sustainable tourism development.