Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reproductive health knowledge and attitudes toward adolescent mental health Fiorensa Aprilianfa Rattu; Hilman Adam; Irny Maino
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i2.2966

Abstract

Background: Reproductive health is a state of complete physical, mental, and social well-being related to the reproductive system, its functions, and processes, not merely the absence of disease or disability. Lack of knowledge about reproductive health among adolescents can lead to various problems such as unintended pregnancy, abortion, early marriage, sexually transmitted infections (STIs), and HIV/AIDS. Therefore, adequate knowledge and positive attitudes toward reproductive health are essential to prevent these risks, especially among high school students. Purpose: To describe the level of knowledge and attitudes toward reproductive health among adolescents. Method: A quantitative design with an analytic survey approach. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling method. The population consisted of 282 students, with a sample of 247 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using Microsoft Excel and the Statistical Programmer for Social Science (SPSS). Results: The majority of respondents had good knowledge, with 214 students (86.6%) categorized as having a high level of knowledge. In terms of attitude, most respondents also demonstrated positive attitudes toward reproductive health, with 162 students (65.6%). Conclusion: Most adolescents have good knowledge and positive attitudes regarding reproductive health. However, continuous education is still needed to maintain and further improve awareness and positive attitudes toward reproductive health.   Keywords: Attitude; Adolescents; High School Students; Knowledge; Reproductive Health.
Analisis Persepsi dan Sikap Ibu terhadap Inisiasi Menyusui Dini dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Kombos Kota Manado Hilman Adam; Asep Rahman; M Fadhel Nurmidin; Clarissa Evania Sasikirana Kusnaedi; Meysia Yolanda Tempo; Annisa Ranti Nur Fitriana
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ag5fdc15

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis persepsi dan sikap ibu terhadap Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai strategi pencegahan stunting di Puskesmas Kombos, Kota Manado. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. IMD menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan angka stunting karena memungkinkan bayi mendapatkan kolostrum, yang kaya akan nutrisi dan antibodi penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang bertujuan untuk menggali pengalaman, pemahaman, serta sikap ibu terhadap IMD. Informan dalam penelitian ini terdiri dari ibu yang memiliki bayi di Puskesmas Kombos serta tenaga kesehatan (dokter), yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan tidak mengetahui istilah IMD sebelum dijelaskan oleh peneliti. Setelah mendapat penjelasan, barulah mereka memahami bahwa IMD merupakan bagian dari proses menyusui awal. Semua informan menyatakan dukungan positif terhadap IMD dan menyadari pentingnya pemberian ASI segera setelah lahir. Hanya satu informan yang mengetahui istilah "stunting" dengan benar, namun seluruh informan memahami konsepnya secara umum, yaitu anak yang pendek/kecil akibat kekurangan gizi. Semua informan merasa mendapat dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan dalam pemberian ASI dan IMD.