Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Kripik Daun Mangrove sebagai Strategi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan bagi Mahasiswa Kota Pasuruan Dhani Mifthakhul Zein; Nurul Akramiah; Muhammad Fikri Akbar; Yeti Diah Wiyanti; Pramita Sukma Wardani
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Mei 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i02.637

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir sekaligus menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Di Kota Pasuruan, pemanfaatan mangrove oleh masyarakat pesisir selama ini masih terbatas pada fungsi ekologis, sementara potensi ekonominya belum dimaksimalkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun mangrove menjadi produk pangan inovatif berupa kripik, yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam aspek produksi, pengemasan, dan pemasaran kripik daun mangrove, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Dengan demikian, pengolahan kripik daun mangrove tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir, tetapi juga mendukung konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP AUTENTISITAS USER GENERATED CONTENT (UGC) DALAM KOMUNIKASI BISNIS DIGITAL Yeti Diah Wiyanti
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan komunikasi bisnis dalam dunia digital telah mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan User Generated Content (UGC) sebagai salah satu strategi dalam berkomunikasi yang dianggap lebih autentik dan lebih meyakinkan dibandingkan dengan konten yang sepenuhnya dibuat oleh perusahaan. Generasi Z sebagai kelompok digital native memiliki karakteristik yang unik dalam proses mengkonsumsi, memproduksi, dan menilai konten digital yang telah mereka lihat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi Generasi Z terhadap autentisitas User Generated Content (UGC) dalam komunikasi bisnis digital. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap informan Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa autentisitas UGC dipersepsikan melalui dimensi kejujuran, pengalaman nyata, relevansi, dan independensi konten dari kepentingan komersial. UGC yang autentik mampu meningkatkan kepercayaan, kedekatan emosional, dan persepsi positif terhadap merek. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi bisnis digital dan memberikan implikasi praktis bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi komunikasi berbasis UGC yang efektif.
Pendampingan Pembuatan Google Maps bagi UMKM sebagai Sarana Promosi di Desa Kedungbako Pramita Sukma Wardani; Yeti Diah Wiyanti
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.945

Abstract

This community service activity is motivated by the low level of digital technology utilization among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly in terms of promotion and online business location mapping. The purpose of this activity is to provide assistance to MSME actors in Kedungbako Village in creating and managing Google Maps as a digital promotional tool. The methods used include socialization, training, and direct mentoring through a participatory approach and hands-on training. The activity began with observation and identification of participants’ needs, followed by training on creating Google accounts, registering business locations, and managing business profiles. The results show that approximately 80% of participants successfully created and registered their businesses on Google Maps and were able to manage their business information independently. In addition, there was an increase in participants’ understanding of the importance of business digitalization and the use of digital platforms to expand market reach. This activity has a positive impact on improving the digital literacy of MSME actors and enhancing business visibility in the digital era. Therefore, this assistance is expected to support the strengthening of MSME competitiveness at both local and broader levels.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL BERBASIS USER-GENERATED CONTENT (UGC) PADA SOSIAL MEDIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP CONSUMER TRUST Yeti Diah Wiyanti
Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 14 No. 1 (2026): Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/procuratio.v14i1.5941

Abstract

The digital transformation has shifted transactional behavior toward online platforms, yet this evolution is overshadowed by rampant fraud risks and consumer fatigue toward formal advertisements (promo fatigue). To overcome these challenges, companies have begun integrating User-Generated Content (UGC) as a dynamic, two-way dialogic instrument. This study aims to analyze the core characteristics of UGC in digital marketing communication and examine the extent of its influence on building consumer trust. This study employs a descriptive qualitative approach utilizing the library research method. Secondary data were gathered through a systematic review of reputable scientific journals, textbooks, and industry reports published within the last 10 years. Data analysis followed the Miles and Huberman qualitative model, which comprises data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that UGC is characterized by high authenticity, information transparency, and a non-commercial nature and functions as a powerful electronic Word of Mouth (e-WOM) agent. Theoretical analysis based on Social Proof Theory, Source Credibility Theory, and Consumer-Based Trust Theory demonstrates that UGC is a significant driver of consumer trust. Original content from real consumers minimizes information asymmetry and effectively satisfies the three core dimensions of trust: brand reliability, integrity, and competence. Nonetheless, this paper reveals an "Authenticity Paradox" triggered by astroturfing (fake reviews), which poses a critical threat to digital reputation. Businesses are encouraged to facilitate and incentivize honest consumer reviews rather than relying solely on aggressive formal ads. At the same time, future researchers are advised to empirically test this framework using quantitative measures. Transformasi digital telah menggeser perilaku transaksi ke arah daring (online), namun perkembangan ini dibayangi oleh maraknya risiko penipuan serta kejenuhan konsumen terhadap iklan konvensional (promo fatigue). Guna mengatasi tantangan tersebut, perusahaan mulai mengintegrasikan User-Generated Content (UGC) sebagai instrumen dialogis dua arah yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik utama UGC dalam komunikasi pemasaran digital serta menguji sejauh mana pengaruhnya terhadap pembentukan kepercayaan konsumen (consumer trust). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data sekunder diperoleh melalui penelusuran sistematis terhadap jurnal ilmiah bereputasi, buku teks, dan laporan industri yang diterbitkan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Analisis data mengadopsi model kualitatif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UGC memiliki karakteristik utama berupa otentisitas yang tinggi, transparansi informasi, bersifat non-komersial, dan berfungsi sebagai agen electronic Word of Mouth (e-WOM) yang kuat. Analisis teoretis berbasis Social Proof Theory, Source Credibility Theory, dan Consumer-Based Trust Theory membuktikan bahwa UGC berpengaruh signifikan sebagai penentu utama (primary driver) dalam membangun consumer trust. Konten orisinal dari konsumen riil terbukti mampu meminimalkan asimetri informasi dan secara efektif memenuhi tiga dimensi utama kepercayaan, yaitu keandalan (reliability), integritas (integrity), dan kompetensi (competence) merek. Meskipun demikian, naskah ini juga mengungkap adanya "Paradoks Otentisitas" akibat fenomena astroturfing (ulasan palsu) yang dapat merusak reputasi digital. Pelaku bisnis disarankan memberikan insentif bagi ulasan jujur konsumen daripada berfokus pada iklan formal, sementara peneliti selanjutnya disarankan melakukan pengujian empiris secara kuantitatif.