Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Di Puskesmas Perawatan Subaim Tahun 2025 Ernawati Ernawati; Dian Angrainy Irwan
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (April)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i4.1091

Abstract

ABSTRACT   Prenatal anxiety is a common psychological condition experienced by pregnant women and can negatively impact the delivery process, both physically and emotionally. Various factors such as age, parity, education level, and family support are known to influence maternal anxiety levels. This study aims to determine the relationship between age, parity, education level, and family support with maternal anxiety levels prior to delivery at the Subaim Health Center. This study was descriptive-analytical with a cross-sectional approach. The study population was all pregnant women approaching delivery who visited the Subaim Health Center, with a sample size of 40 respondents selected using total sampling. Data collection was conducted using a structured questionnaire regarding respondent characteristics, family support, and maternal anxiety levels prior to delivery, as measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data analysis used the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed a significant relationship between age and maternal anxiety levels (p = 0.007), parity (p < 0.001), education (p = 0.036), and family support (p = 0.030). This indicates that mothers of reproductive age, low parity, high education, and good family support tend to experience mild anxiety before delivery. Conversely, mothers of non-reproductive age, high parity, low education, and poor family support are at higher risk of experiencing moderate to severe anxiety. The conclusion of this study is that age, parity, education, and family support are significantly associated with maternal anxiety levels before delivery. It is hoped that health workers can improve education, provide psychological counseling, and involve families in supporting pregnant women to reduce anxiety levels before delivery.   Keywords: Age, Parity, Education, Family Support, Anxiety, Pregnant Women, Childbirth ABSTRAK   Kecemasan menjelang persalinan merupakan kondisi psikologis yang umum dialami oleh ibu hamil dan dapat berdampak negatif terhadap proses persalinan, baik secara fisik maupun emosional. Berbagai faktor seperti umur, paritas, tingkat pendidikan, dan dukungan keluarga diketahui berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di Puskesmas Perawatan Subaim. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil menjelang persalinan yang melakukan kunjungan di Puskesmas Perawatan Subaim, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur mengenai karakteristik responden, dukungan keluarga, serta tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan yang diukur menggunakan skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan tingkat kecemasan ibu hamil (p = 0,007), paritas (p < 0,001), pendidikan (p = 0,036), dan dukungan keluarga (p = 0,030). Hal ini menunjukkan bahwa ibu dengan usia reproduktif, paritas rendah, pendidikan tinggi, dan dukungan keluarga yang baik cenderung mengalami kecemasan ringan menjelang persalinan. Sebaliknya, ibu dengan usia non-reproduktif, paritas tinggi, pendidikan rendah, dan dukungan keluarga yang kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sedang hingga berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa umur, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi, konseling psikologis, serta melibatkan keluarga dalam pendampingan ibu hamil untuk mengurangi tingkat kecemasan menjelang persalinan.   Kata Kunci: Umur, Paritas, Pendidikan, Dukungan Keluarga, Kecemasan, Ibu Hamil, Persalinan
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Di BLUD RS Konawe Utara Ernawati Ernawati; Eka Purnama Wati
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (April)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i3.1098

Abstract

ABSTARCT Breast milk production and release in postpartum mothers are often suboptimal in the early days after delivery. Low breast milk production can be influenced by various factors, one of which is a lack of stimulation of the hormone oxytocin, which plays a crucial role in the let-down reflex. Oxytocin massage is a non-pharmacological method believed to increase breast milk production through stimulation of the parasympathetic nervous system and increased oxytocin hormone. This study aims to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers at the North Konawe Hospital BLUD. This study used a quantitative method with a pre-experimental design and a one-group pre-test post-test approach. The study sample consisted of 32 respondents selected using a total sampling technique. The measurement instrument used a breast milk production observation sheet. The results showed that the average breast milk production before the intervention (pre-test) was 5.13, while the average after the intervention (post-test) increased to 6.78. The Wilcoxon test results obtained a ρ value <0.000 (<0.05), indicating a significant effect of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers. Therefore, it can be concluded that oxytocin massage is effective in increasing breast milk production and can be recommended as a supporting intervention in postpartum obstetric services. Keywords: Oxytocin massage, Breast milk production, Postpartum, Oxytocin, Lactation ABSTRAK Produksi dan pengeluaran ASI pada ibu postpartum sering kali belum optimal pada hari-hari awal setelah persalinan. Rendahnya pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kurangnya stimulasi terhadap hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses let down reflex. Pijat oksitosin merupakan metode nonfarmakologis yang diyakini mampu meningkatkan pengeluaran ASI melalui stimulasi sistem saraf parasimpatis dan peningkatan hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu postpartum di BLUD RS Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi pengeluaran ASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengeluaran ASI sebelum intervensi (pre-test) adalah 5,13, sedangkan rerata setelah intervensi (post-test) meningkat menjadi 6,78. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ < 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan pengeluaran ASI dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam pelayanan kebidanan postpartum. Kata Kunci: Pijat oksitosin, Pengeluaran ASI, Postpartum, Oksitosin, Laktasi