Baiq Rohiyatun
Program Studi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK Masaad Haidah; Baiq Rohiyatun; Lu’luin Najwa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9852

Abstract

ABSTRACT The Merdeka Curriculum is an educational policy designed to provide flexibility for schools in developing students’ potential based on their characteristics, interests, and talents. This curriculum emphasizes student-centered learning, collaboration, and project-based approaches to strengthen the Pancasila Student Profile. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 2 Mataram and to identify the supporting and inhibiting factors in improving students’ competencies. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants include the vice principal for curriculum affairs, subject teachers, and twelfth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been carried out gradually and systematically. Teachers refer to Learning Outcomes, develop Learning Objective Flows, and apply differentiated learning strategies. The Pancasila Student Profile Strengthening Project plays a role in fostering students’ character, creativity, and collaboration. Its implementation is supported by school commitment, teacher readiness, and adequate facilities, although challenges remain, such as limited instructional time and differences in students’ abilities. ABSTRAK Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai karakteristik, minat, dan bakatnya. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, kolaborasi, serta penggunaan pendekatan berbasis proyek untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Mataram serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan secara bertahap dan sistematis. Guru mengacu pada Capaian Pembelajaran, mengembangkan Alur Tujuan Pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berperan dalam mengembangkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Keberhasilan didukung oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, dan fasilitas, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa.
EKSPLORASI PERAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Maria Goreti Kalo; Baiq Rohiyatun; Lu’luin Najwa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9914

Abstract

ABSTRACT Academic supervision is an important strategy for improving teachers’ professionalism in schools. The effectiveness of its implementation is influenced by the quality of planning, implementation, and follow-up of the supervision process. This study aims to describe the implementation of academic supervision at SMAN 5 Mataram and its role in improving teachers’ professionalism, including pedagogical, personal, social, and professional competencies, as well as to identify the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research informants consisted of the principal, the vice principal for curriculum affairs, and subject teachers. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that academic supervision planning is carried out systematically through an annual coordination meeting preceded by mapping teachers’ needs. The implementation of supervision emphasizes a collaborative approach through classroom observations and individual conferences, while follow-up activities are conducted in the form of coaching and constructive feedback. Supporting factors include effective principal leadership, a collaborative school culture, and the availability of adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors include limited time, teachers’ workload, and limited technological facilities. Overall, consistent and participatory academic supervision contributes positively to improving teachers’ professionalism at SMAN 5 Mataram. ABSTRAK Supervisi akademik merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah. Keberhasilan pelaksanaannya dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut supervisi yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik di SMAN 5 Mataram serta perannya dalam meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik dilakukan secara terstruktur melalui rapat awal tahun yang diawali dengan pemetaan kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi menekankan pendekatan kolaboratif melalui observasi kelas dan pembicaraan individual, sedangkan tindak lanjut dilakukan dalam bentuk pembinaan serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, budaya sekolah yang kolaboratif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban kerja guru, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan partisipatif terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalisme guru di SMAN 5 Mataram.