Ahmad Marzuki
Universitas Yudharta Pasuruan, East Java, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Citra Laillatul Mukharromah; Ahmad Marzuki; Achmat Mubarok; Achmad Yusuf
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11151

Abstract

ABSTRACT In the digital era, school principals are expected not only to manage educational institutions but also to drive change by fostering a professional learning environment for teachers. This condition can be observed at SMAN 1 Purwosari, where various leadership strategies have been implemented to strengthen the competencies of Islamic Religious Education (PAI) teachers. This study explores how leadership innovation is translated into school management practices and examines its contribution to teacher competency development. A qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, and documentation as the primary sources of data. The investigation focused on identifying teachers’ needs, implementing competency development programs, conducting instructional supervision, integrating educational technology, and evaluating ongoing initiatives. The findings reveal that teacher competency development was carried out through a planned and participatory leadership approach involving multiple stakeholders. Key innovations included needs-based planning, collaborative decision-making, continuous academic supervision, professional training programs, and the integration of digital media into classroom instruction. These initiatives contributed to improvements in the pedagogical, professional, social, and personal competencies of PAI teachers. In addition, the application of active learning methods and digital technologies created more interactive, contextual, and engaging learning experiences for students. Nevertheless, greater variation in instructional strategies remains necessary to further enhance student participation. Overall, the study highlights leadership innovation as a strategic factor in strengthening teacher competencies and improving the quality of learning within the school environment. ABSTRAK Dinamika pendidikan pada era digital menempatkan kepala sekolah tidak hanya sebagai pengelola lembaga, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang mampu menciptakan lingkungan belajar profesional bagi guru. Kondisi tersebut terlihat di SMAN 1 Purwosari, di mana berbagai strategi kepemimpinan dikembangkan untuk memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian ini menelusuri bagaimana inovasi kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan dalam praktik pengelolaan sekolah serta dampaknya terhadap pengembangan kompetensi guru. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai sumber utama pengumpulan data. Fokus pengamatan diarahkan pada pemetaan kebutuhan guru, pelaksanaan program pengembangan kompetensi, supervisi pembelajaran, penggunaan teknologi pendidikan, dan evaluasi program yang telah berjalan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi guru dilaksanakan melalui pola kepemimpinan yang terencana dan melibatkan berbagai pihak. Bentuk inovasi yang menonjol mencakup perencanaan berbasis kebutuhan, pengambilan keputusan secara kolaboratif, supervisi akademik yang berkelanjutan, penyelenggaraan pelatihan profesional, serta pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Implementasi berbagai langkah tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru PAI. Dampak lain yang terlihat adalah terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menarik melalui penerapan metode aktif serta integrasi teknologi digital. Meskipun demikian, pengembangan variasi strategi pembelajaran masih diperlukan untuk mendorong partisipasi siswa yang lebih optimal. Dengan demikian, inovasi kepemimpinan kepala sekolah menjadi unsur strategis dalam penguatan kompetensi guru sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
INOVASI PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENCEGAH PERILAKU PINJAMAN ONLINE SISWA KELAS XI MA Mukhamd Nabil Humaidi Syaputra; Saifullah Saifullah; Anang sholikhudin; Ahmad Marzuki
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11172

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL)-based learning in Fiqh subjects as an effort to prevent online loan behavior among eleventh-grade students at MA Miftakhul Huda Cendono. This research was motivated by the increasing use of online loans among adolescents, influenced by low financial literacy, the rapid development of digital technology, and students’ limited understanding of Islamic economic principles. Fiqh learning, which has generally been theoretical in nature, has not fully connected learning materials with students’ real-life experiences, particularly regarding digital economic practices and the dangers of usury-based online loans. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of the CTL approach in Fiqh learning improved students’ understanding of the dangers of online loans, usury practices, and the importance of financial management based on Islamic principles. Contextual learning also encouraged students to become more active, critical, and reflective in understanding economic issues developing in society. In addition, the CTL approach helped students connect Fiqh materials with real-life experiences, making learning more meaningful and easier to understand. Therefore, CTL-based Fiqh learning can serve as a relevant and effective learning strategy in strengthening sharia financial literacy, building Islamic economic awareness, and shaping students’ character in responding wisely to the development of the digital economy in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran Fiqih sebagai upaya mencegah perilaku pinjaman online pada siswa kelas XI MA Miftakhul Huda Cendono. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan pinjaman online di kalangan remaja yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi keuangan, perkembangan teknologi digital, serta kurangnya pemahaman peserta didik mengenai prinsip muamalah dalam Islam. Pembelajaran Fiqih yang selama ini cenderung bersifat teoritis dinilai belum sepenuhnya mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa, khususnya terkait praktik ekonomi digital dan bahaya pinjaman online berbasis riba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran Fiqih mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya pinjaman online, unsur riba, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam. Pembelajaran kontekstual juga mendorong siswa menjadi lebih aktif, kritis, dan reflektif dalam memahami permasalahan ekonomi yang berkembang di lingkungan masyarakat. Selain itu, penerapan CTL membantu peserta didik menghubungkan materi Fiqih dengan pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Dengan demikian, pembelajaran Fiqih berbasis CTL dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan dan efektif dalam memperkuat literasi keuangan syariah, membangun kesadaran ekonomi Islami, serta membentuk karakter peserta didik yang bijak dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital di era modern.