Fathor Rahman
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN AKHLAK SANTRI BERBASIS KITAB TA'LIM AL-MUTA'ALLIM ERA SOCIETY 5.0 DI PONDOK PESANTREN BAITUL HIKMAH TEMPUREJO JEMBER Fatimatus Zahro; Fathor Rahman
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11299

Abstract

ABSTRACT Social transformation in the Society 5.0 era requires Islamic educational institutions to strengthen moral character development amid the increasing exposure to digital content that is not always aligned with Islamic values. Although numerous studies have examined character education in Islamic boarding schools, research specifically investigating moral character reinforcement strategies as a response to the challenges of Society 5.0 remains limited. This study aims to examine the moral values instilled, the reinforcement methods employed, and their impact on students at Baitul Hikmah Islamic Boarding School, Tempurejo, Jember, during the 2025/2026 academic year. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that moral character reinforcement focuses on the values of honesty, trustworthiness, responsibility, dedication, and ta’dzim (respect), which are internalized through role modeling, structured habituation, disciplinary evaluation, and controlled use of digital technology. The observed impacts include improved consistency in worship practices, greater respect for educators, enhanced social awareness, and stronger student discipline. The novelty of this study lies in its analysis of moral character reinforcement that integrates character development based on the Ta’limul Muta’allim text with strategies for managing digital challenges in the Society 5.0 era. This study highlights that a holistic and sustainable Islamic boarding school education system can serve as an effective model for strengthening character education grounded in Islamic values while remaining relevant to technological advancements and contemporary social changes. ABSTRAK Transformasi sosial pada era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk memperkuat pembinaan akhlak di tengah meningkatnya paparan konten digital yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan karakter di pesantren, kajian yang secara khusus mengkaji strategi penguatan akhlak sebagai respons terhadap tantangan Society 5.0 masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai akhlak yang ditanamkan, metode penguatan yang diterapkan, serta dampaknya terhadap peserta didik di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo Jember tahun 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan akhlak berfokus pada nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dedikasi, dan ta’dzim yang diinternalisasikan melalui keteladanan, pembiasaan terstruktur, evaluasi kedisiplinan, dan pengendalian penggunaan teknologi digital. Dampak yang terlihat meliputi meningkatnya konsistensi ibadah, sikap hormat kepada pendidik, kepedulian sosial, dan kedisiplinan santri. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis penguatan akhlak pesantren yang mengintegrasikan pembinaan karakter berbasis kitab Ta’limul Muta’allim dengan pengelolaan tantangan digital era Society 5.0. Penelitian ini menegaskan bahwa sistem pendidikan pesantren yang holistik dan berkelanjutan dapat menjadi model penguatan karakter berbasis nilai Islam yang tetap relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial kontemporer.
RANGKAIAN DZIKIR MANAQIB: MELODI SPIRITUAL MERANGKAI MODERASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT Fika Dwi Maulidah; Fathor Rahman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14710

Abstract

ABSTRACT Religious rituals acquire social meaning when practices carried out collectively create space for congregants to experience, interpret, and build relationships with others. This perspective is applied to examine the implementation of Dzikir Manaqib at Al-Qodiri 1 Islamic Boarding School in Jember, particularly the sequence of activities guided by the book I'ānatu al-Ikhwān. The study employed a descriptive qualitative approach involving the manaqib imam, congregants, and members of the surrounding community as informants. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then examined using the interactive model of Miles and Huberman and verified through source and method triangulation. The analysis reveals an interconnection between spiritual cultivation and the social experiences of congregants. The spiritual dimension is reflected in the process of religious engagement, while the social dimension emerges through togetherness, interpersonal bonds, mutual concern, and interaction among participants. Within these experiences, tasamuh is reflected in openness and acceptance toward congregants from diverse backgrounds, whereas tawazun is evident in the balance between strengthening one’s relationship with Allah SWT and participation in communal life. These findings position Dzikir Manaqib as a form of living Islam that not only sustains ritual practice but also provides a space for cultivating the values of religious moderation through social encounters. The tradition therefore has potential to be developed as a cultural approach to strengthening religious moderation in community life. ABSTRAK Ritual keagamaan memperoleh makna sosial ketika praktik yang dijalankan secara bersama membuka ruang bagi jamaah untuk mengalami, menafsirkan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Perspektif tersebut digunakan untuk membaca pelaksanaan Dzikir Manaqib di Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember, khususnya rangkaian kegiatan yang merujuk pada kitab I'ānatu al-Ikhwān. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan imam manaqib, jamaah, dan masyarakat sekitar sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu ditelaah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Kajian terhadap praktik tersebut memperlihatkan adanya keterjalinan antara pembinaan spiritual dan pengalaman sosial jamaah. Orientasi spiritual tercermin dalam proses penghayatan keagamaan, sementara dimensi sosial hadir melalui kebersamaan, silaturahmi, kepedulian, dan interaksi antarpeserta. Dalam pengalaman tersebut, tasamuh tampak melalui keterbukaan dan penerimaan terhadap jamaah dengan latar belakang yang beragam, sedangkan tawazun terlihat dari keseimbangan antara penguatan hubungan dengan Allah SWT dan kehidupan bersama. Temuan ini menempatkan Dzikir Manaqib sebagai praktik living Islam yang tidak hanya mempertahankan aktivitas ritual, tetapi juga menyediakan ruang pembiasaan nilai moderasi melalui perjumpaan sosial. Tradisi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan kultural untuk memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.