Abdurahman Hamid
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan GeoGebra dalam Pembelajaran Geometri Analitik untuk Meningkatkan Visualisasi dan Pemahaman Konseptual Mahasiswa Abdurahman Hamid
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8794

Abstract

Pembelajaran geometri analitik menuntut kemampuan visualisasi matematis dan pemahaman konseptual yang tinggi. Namun, dalam praktiknya mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan representasi aljabar dengan bentuk geometris secara visual, seperti menentukan bentuk grafik berdasarkan persamaan garis dan kurva pada bidang koordinat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemanfaatan GeoGebra dalam pembelajaran geometri analitik terhadap peningkatan kemampuan visualisasi matematis dan pemahaman konseptual mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran geometri analitik berbantuan GeoGebra, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan visualisasi matematis dan tes pemahaman konseptual. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan visualisasi matematis dan pemahaman konseptual mahasiswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa GeoGebra efektif digunakan untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara persamaan matematika dan representasi geometris secara lebih visual dan interaktif. Oleh karena itu, pemanfaatan GeoGebra secara sistematis direkomendasikan dalam pembelajaran geometri analitik di perguruan tinggi guna mendukung pembelajaran yang lebih bermakna.
Pemodelan Faktor-Faktor Penyebab Miskonsepsi Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Pra-Kalkulus Menggunakan Structural Equation Modeling Abdurahman Hamid
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.9522

Abstract

Miskonsepsi matematis pada mata kuliah Pra-Kalkulus merupakan salah satu permasalahan yang berpotensi menghambat keberhasilan mahasiswa dalam memahami konsep-konsep matematika lanjutan. Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kognitif, tetapi juga oleh faktor afektif yang berperan dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model faktor-faktor penyebab miskonsepsi matematis mahasiswa pada mata kuliah Pra-Kalkulus dengan melibatkan pengetahuan awal, self-efficacy matematika, dan mathematics anxiety sebagai variabel prediktor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional eksplanatori. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang telah menempuh mata kuliah Pra-Kalkulus, dengan sampel sebanyak 300 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik miskonsepsi, tes pengetahuan awal, serta kuesioner self-efficacy matematika dan mathematics anxiety. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS dan didukung analisis deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan awal berpengaruh terhadap miskonsepsi matematis baik secara langsung maupun tidak langsung melalui self-efficacy dan mathematics anxiety. Self-efficacy matematika berhubungan negatif dengan miskonsepsi matematis, sedangkan mathematics anxiety berhubungan positif dengan miskonsepsi matematis. Selain itu, self-efficacy dan mathematics anxiety berperan sebagai mediator dalam hubungan antara pengetahuan awal dan miskonsepsi matematis. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model empiris penyebab miskonsepsi matematis yang mengintegrasikan faktor kognitif dan afektif serta menjadi dasar bagi perancangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengurangi miskonsepsi mahasiswa pada mata kuliah Pra-Kalkulus.