Nur Haeni
State University of Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mathematical Structures In The Traditional Wind Instrument Suling Pompang Of Mamasa Ja'faruddin Ja'faruddin; Alimuddin Tampa; Nani Riyanti; Nur Haeni
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8961

Abstract

Penelitian ini mengkaji etnomatematika pada Suling Pompang dari Kabupaten Mamasa dengan mengintegrasikan analisis geometri dan pemodelan akustik matematis. Selain berfungsi sebagai alat musik tradisional, Suling Pompang merepresentasikan kearifan lokal yang mengandung prinsip-prinsip matematika secara implisit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi konsep geometri yang terdapat pada Suling Pompang; (2) menentukan parameter model akustik Joly ( , , , dan ) berdasarkan dimensi fisik suling; (3) menghitung spektrum frekuensi resonansi pada setiap konfigurasi lubang; dan (4) menganalisis deviasi harmonisitas nada atas yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan etnomatematika eksploratif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif menggunakan model akustik Joly. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pengukuran langsung dimensi fisik instrumen menggunakan penggaris dan jangka sorong. Analisis data dilakukan melalui identifikasi bentuk geometri dan perhitungan spektrum frekuensi resonansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suling Pompang merepresentasikan bangun ruang tabung dengan volume sebesar 77,715 cm³ dan luas permukaan 210,77 cm², sedangkan lubang-lubangnya berbentuk lingkaran. Parameter model Joly yang diperoleh adalah cm, , , dan . Spektrum frekuensi resonansi menghasilkan rentang nada dasar 310–437 Hz dengan deviasi harmonisitas yang signifikan pada lubang yang berada dekat lubang tiup, mencapai −49,8 sen. Temuan ini menunjukkan bahwa para pengrajin tradisional telah menerapkan prinsip-prinsip geometri dan akustik secara empiris dalam proses konstruksi instrumen. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Etnomatematika melalui dokumentasi pengetahuan matematika lokal serta menegaskan potensi Suling Pompang sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.