Rika Afrida Yanti
Fakultas Hukum, Universitas Samudra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL MELALUI TRAUMA HEALING SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN HAK ANAK PASCABENCANA Liza Agnesta Krisna; Rifka Fitria; Rika Afrida Yanti; M. Aulia Irsan Maulana; Iqbal Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39216

Abstract

Abstrak: Pascabencana, anak-anak berpotensi mengalami rasa takut, kecemasan, dan kehilangan rasa aman yang dapat memengaruhi interaksi sosial serta proses tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing guna membantu pemulihan kondisi emosional anak-anak terdampak banjir, melalui kegiatan ini memberikan ruang kembali kepada anak-anak untuk lebih percaya diri melalui kemampuan komunikasi anak yang baik, dan menumbukan pemahaman emosi melalui karakter cerita. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode kombinasi seperti metode bercerita, bermain terarah dan metode ekspresif melalui kegiatan mewarnai, yang diperuntukkan untuk anak-anak korban banjir dan peningkatan pengendalian emosi kepada kader Posyandu dan orangtua anak di wilayah kabupaten Aceh Tamiang di Desa Tanjung Necara. Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah partisipasi anak mencapai lebih dari 70 orang, melebihi target awal sebanyak 40 orang. Hasil observasi langsung terhadap keterlibatan anak dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik. Anak- anak lebih percaya diri, kader posyandu turut memperkuat dukungan sosial. Sehingga terjadi peningkatan keterampilan mitra sebesar ±75% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.Abstract: After a disaster, children are at risk of experiencing fear, anxiety, and a loss of security, which can affect their social interactions and their growth and development. Therefore, this community service initiative aims to provide psychosocial support through trauma healing activities to aid in the emotional recovery of children affected by the flood. Through these activities, we aim to help children regain their confidence through improved communication skills and foster emotional understanding through story characters. The implementation of this activity utilized a combination of methods, such as storytelling, guided play, and expressive activities through coloring, designed for flood-affected children and to enhance emotional regulation among Posyandu cadres and parents in the Aceh Tamiang regency, specifically in Tanjung Necara Village. Based on the evaluation results, child participation exceeded 70 participants, surpassing the initial target of 40. Direct observations of children’s and community engagement indicated the program’s success. Children demonstrated increased self-confidence, while Posyandu cadres strengthened social support. Consequently, partner skills improved by approximately 75% compared to pre-program levels.
OPTIMALISASI PENYALURAN BANTUAN LOGISTIK PASCABENCANA UNTUK MENDUKUNG PEMENUHAN HAK KORBAN BENCANA Zulfiani Zulfiani; Rika Afrida Yanti; Iqlima Maizati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38668

Abstract

Abstrak: Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, berdampak pada ±380 KK dengan kerusakan 300 rumah serta terhentinya mata pencaharian, sehingga pemenuhan hak atas kebutuhan dasar belum optimal. Pengabdian ini bertujuan memastikan pemenuhan hak korban melalui distribusi logistik yang adil dan penguatan resiliensi komunitas. Metode yang digunakan meliputi asesmen partisipatif, distribusi logistik, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, rehabilitasi sanitasi dan air bersih, pendidikan darurat, dukungan pemulihan ekonomi, serta edukasi mitigasi kebencanaan. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa Simpang Lhee dan relawan lokal dengan sasaran 380 KK. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner kepuasan, dan perbandingan data awal–akhir program. Hasil menunjukkan 100% KK menerima bantuan dasar; 85% penerima menyatakan kebutuhan mendesak terpenuhi; partisipasi edukasi kebencanaan meningkat 60%; dan 40% keluarga mulai kembali menjalankan aktivitas ekonomi produktif dalam tiga minggu pascaprogram.Abstract: Flooding in Simpang Lhee Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang, affected ±380 households and damaged 300 houses, disrupting livelihoods and limiting access to basic needs. This community service aimed to ensure victims’ rights fulfillment through equitable logistics distribution and community resilience strengthening. Methods included participatory needs assessment, logistics distribution, health services, psychosocial support, sanitation and clean water rehabilitation, emergency education, economic recovery assistance, and disaster mitigation education. Partners involved the village government and local volunteers, targeting 380 households. Evaluation used field observation, satisfaction surveys, and baseline–endline comparisons. Results indicate 100% of households received basic assistance; 85% reported urgent needs were met; disaster awareness participation increased by 60%; and 40% of families resumed productive economic activities within three weeks after the program.