Yonathan Tri Atmodjo Reubun
Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI FARMASI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA DANGDEUR Annysa Ellycornia Silvyana; Muhammad Hafis Fahreza; Yonathan Tri Atmodjo Reubun; Lia Warti; Muchammad Reza Ghozaly; Hilma Fathiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39379

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama akibat pola hidup tidak sehat, rendahnya literasi kesehatan, serta minimnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Desa Dangdeur merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kesadaran kesehatan rendah dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat melalui Praktik Farmasi Sosial (PFS). Kegiatan dilaksanakan selama 14 hari oleh mahasiswa Universitas Esa Unggul dengan metode edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan penyakit tidak menular, pemeriksaan kesehatan, edukasi PHBS di sekolah dasar, penanaman TOGA, serta penyuluhan minuman herbal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, yaitu diabetes dan asam urat dari 50% menjadi 90%, serta hipertensi dari 40% menjadi 87,5%. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan, mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, serta memperkuat kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat berkelanjutan.Abstract: Non-communicable diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and gout are still major health problems in Indonesia, mainly due to unhealthy lifestyles, low health literacy, and lack of implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Dangdeur Village is one of the areas with a low level of health awareness and non-optimal utilization of Family Medicinal Plants (TOGA). This research aims to increase community awareness and independence through Social Pharmacy Practice (PFS). Activities were carried out for 14 days by Esa Unggul University students with educational and participatory methods in the form of counseling on non-communicable diseases, health checks, PHBS education in elementary schools, planting TOGA, and counseling on herbal drinks. The pre-test and post-test results showed a significant increase in understanding, namely diabetes and gout from 50% to 90%, and hypertension from 62.5% to 93.7%. This program proved effective in improving health literacy, encouraging the use of local resources, and strengthening community togetherness in realizing a sustainable healthy lifestyle.