Rosyanne Kushargina
Program Studi Sarjana Gizi, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PEMENUHAN GIZI YANG HALAL DAN AMAN BAGI PEKERJA MIGRAN DI SAPPORO JEPANG Mustakim Mustakim; Nunung Cipta Dainy; Rosyanne Kushargina; Walliyana Kusumaningati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39490

Abstract

Abstrak: Pekerja migran Indonesia di Jepang menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang dan pangan halal akibat keterbatasan akses, perbedaan budaya, serta faktor ekonomi dan lingkungan dan berpotensi menurunkan kualitas asupan gizi dan berdampak pada kesehatan serta produktivitas kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja migran terkait pemenuhan gizi seimbang dan pangan halal dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, serta kegiatan edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Sapporo, Jepang, dengan melibatkan 22 pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam komunitas Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan sebanyak 90,9% peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata skor pretest 5,7 menjadi 9,2 atau meningkat sebesar 62,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.Abstract: Indonesian migrant workers in Japan face challenges in fulfilling their needs for balanced nutrition and halal food due to limited access, cultural differences, and economic and environmental factors. These conditions may reduce the quality of dietary intake and negatively affect health status and work productivity. This community service program aimed to improve migrant workers’ knowledge regarding balanced nutrition and halal food practices in daily life. The methods included a Focus Group Discussion (FGD) to identify participants’ needs, followed by educational activities through lectures, interactive discussions, and practical demonstrations. The program was conducted offline in Sapporo, Japan, involving 22 Indonesian migrant workers affiliated with the Indonesian Muhammadiyah Special Branch (PCIM) Japan. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to assess changes in participants’ knowledge levels. The results showed that 90.9% of participants experienced an increase in knowledge scores, with the average score rising from 5.7 in the pre-test to 9.2 in the post-test, representing an increase of 62.4%. These findings indicate that the educational approach was effective in enhancing participants’ understanding. A needs-based and practical educational approach contributed to improved nutrition literacy and awareness of halal food practices. This program is expected to serve as a sustainable educational intervention model to improve the health quality and productivity of Indonesian migrant workers abroad.