Suryati Suryati
Program Studi Sarjana Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REFRAMING RITUAL BAAYUN BEDADAH SEBAGAI MOMENTUM LAKTASI UNTUK MENGURANGI PRAKTIK PRELAKTAL: SINERGI KADER ‘AISYIYAH DAN KADER KESEHATAN Pratiwi Puji Lestari; Siti Maria Ulfa; Suryati Suryati; Siti Noor Haliza; Nadiyah Ramadhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38751

Abstract

Abstrak: Praktik pemberian makanan atau minuman sebelum menyusui (prelacteal feeding) masih banyak ditemukan di Indonesia dan berpotensi menghambat keberhasilan ASI eksklusif. Praktik ini sering terkait nilai sosial budaya yang diwariskan, sehingga diperlukan promosi kesehatan yang sensitif budaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader komunitas dalam edukasi laktasi melalui integrasi pesan kesehatan dalam ritual Baayun–Bedadah. Pendekatan yang digunakan adalah community-based participatory approach dengan pelibatan aktif kader dalam pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Sebanyak 38 partisipan terlibat, terdiri dari kader komunitas, ibu nifas, dan keluarga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan kader. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 4,95 menjadi 6,55 serta peningkatan keterampilan edukasi laktasi. Integrasi edukasi dalam ritual juga berpotensi mendorong komitmen keluarga terhadap ASI eksklusif dan mengurangi praktik prelaktal. Pendekatan berbasis budaya efektif meningkatkan praktik menyusui di komunitas.Abstract: The practice of giving food or drink before breastfeeding (prelacteal feeding) is still common in Indonesia and has the potential to hinder the success of exclusive breastfeeding. This practice is often linked to inherited socio-cultural values, necessitating culturally sensitive health promotion. This community service activity aims to increase the capacity of community cadres in lactation education by integrating health messages into the Baayun-Bedadah ritual. The approach used is a community-based participatory approach with active involvement of cadres in training, implementation, and evaluation. A total of 38 participants were involved, consisting of community cadres, postpartum mothers, and families. Evaluation was conducted through pre- and post-tests of knowledge and observation of cadre skills. The results showed an increase in knowledge scores from 4.95 to 6.55 and improved lactation education skills. Integrating education into rituals also has the potential to encourage family commitment to exclusive breastfeeding and reduce prelacteal practices. A culture-based approach is effective in improving breastfeeding practices in the community.