Abstrak: Bullying merupakan salah satu permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada kesehatan mental, prestasi akademik, dan hubungan sosial siswa. Fenomena ini masih ditemukan di SMK dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, maupun cyberbullying. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif melalui pendekatan berbasis empati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan empati siswa sebagai upaya mewujudkan sekolah zero bullying. Metode yang digunakan adalah edukasi, pelatihan berbasis experiential learning, serta pembentukan komunitas siswa anti-bullying melalui pendekatan peer advocacy. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test sebanyak 17 soal terhadap 89 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 73,33 pada pre-test menjadi 86,67 pada post-test, dengan peningkatan pemahaman dari 43% menjadi 65%. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi yang menunjukkan pemahaman siswa menjadi lebih merata. Program ini juga meningkatkan keterampilan sosial siswa, seperti empati, komunikasi asertif, dan kemampuan mengambil perspektif orang lain. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku prososial siswa serta menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying.Abstract: Bullying is a serious problem in the school environment that affects students' mental health, academic achievement, and social relationships. This phenomenon is still found in vocational high schools in various forms, including verbal, physical, and cyberbullying. Therefore, interventions are needed that are not only curative but also preventive through an empathy-based approach. This community service activity aims to improve students’ understanding and empathy as an effort to achieve a zero-bullying school. The methods used include educational sessions, experiential learning-based training, and the establishment of an anti-bullying student community through a peer advocacy approach. The evaluation was conducted using a pre-test and post-test design with 17 items administered to 89 students. The results showed an increase in the mean score from 73.33 in the pre-test to 86.67 in the post-test, with an improvement in understanding from 43% to 65%. In addition, a decrease in standard deviation indicated that students’ understanding became more evenly distributed. The program also enhanced students’ social skills, including empathy, assertive communication, and perspective-taking abilities. This activity had a positive impact on increasing students’ awareness and prosocial behavior and serves as an initial step toward creating a safe and bullying-free school environment.